Dijanjikan Bakal Dapat Fasilitas Mewah, Ini Peringatan Keras Luhut Kepada Anies Baswedan


SURATKABAR.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera melantik pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Senin (16/10) mendatang. Usai resmi menjabat, maka DKI 1 dan 2 tersebut dipastikan akan menerima beberapa fasilitas.


Disampaikan oleh Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri (KDHKLN) M Mawardi mengungkapkan fasilitas mewah yang akan diterima berupa rumah dinas bergaya Belanda yang berada di Jalan Taman Suropati No 7, Menteng seperti yang dilansir Liputan6.com.

“Beberapa persiapan telah dilakukan Pemprov DKI untuk menyambut DKI 1 dan 2. Salah satunya rumah dinas TS7 (sebutan rumah dinas Gubernur DKI), yang pernah ditempati Pak Fauzi Bowo, Pak Sutiyoso, misalnya,” terang Mawardi, Kamis (12/10), dikutip dari laman Liputan6.com, Kamis (12/10/2017).

Tak hanya rumah dinas, Anies dan Sandi disebutkan akan menerima fasilitas mobil dinas. Jika Anies mendapatkan mobil Land Cruiser, maka Sandi mendapat mobil Lexus. Kedua kendaraan tersebut, diungkapkan oleh Mawardi telah digunakan sejak era Jokowi-Ahok saat memimpin Ibu Kota Jakarta.

Baca Juga: Fahri Hamzah Minta Jokowi dan Anies Baswedan Lakukan Ini Terkait Reklamasi

Namun selepas dari segala fasilitas mewah yang akan diterima pasangan tersebut diharapkan tidak membuat Anies-Sandi melupakan proyek reklamasi pantai utara Jakarta, seperti yang sebelumnya diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dilansir Kompas.com.

“Enggak ada urusan, mau siapapun pemerintahnya, harus menghormati kajian yang dikeluarkan oleh institusi yang kredibel. Enggak bisa kita seleramu karena kamu jadi pejabat baru, langsung mau ganti-ganti semua, enggak boleh,” tandas Luhut Selasa (11/7), dikutip Kompas.com, Selasa (11/7/2017).

Lebih lanjut ia menjelaskan jika proyek reklamasi sudah ada sejak era Presiden kedua RI Soeharto yang kemudian dilanjutkan pada era Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Jokowi. Terlebih menurutnya, proyek ini punya segudang manfaat positif untuk seluruh rakyat Jakarta.

Apabila Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta baru memiliki agenda untuk melakukan perubahan terhadap proyek ini, dirinya menyarankan agar keduanya terlebih dahulu kembali melihat kajian proyek reklamasi tersebut.

“Lihat saja kajiannya, bacalah kajiannya. Begitu saja repot,” tukas Luhut lebih lanjut.

Komentar

komentar


Terpopuler