Miris! Niatnya Main Bola, Namun Laga Liga 2 Di Malang Ini Malah Berakhir Begitu Parah



SURATKABAR.ID Baku hantam antarpemain dan ofisial yang mewarnai laga play-off khusus PSBK Blitar versus Persewangi Banyuwangi di Stadion Kanjuruhan, Malang (10/10/2017) berbuah sanksi. Persewangi yang mendapatkan dua hukuman. Mereka dinyatakan kalah 0-3 plus denda Rp 100 juta.

Sanksi itu diberikan karena Persewangi dianggap melanggar Pasal 56 jo pasal 31 Kode Disiplin PSSI tentang pengancaman wasit.

Seperti diketahui, pertandingan dihentikan pada menit ke-86. Wasit Suhardiyanto tidak berani melanjutkan pertandingan karena mendapatkan ancaman ilmu hitam dari pemain dan ofisial Persewangi.

Baca juga: Kembali Ganas, Inikah 3 Faktor Yang Bikin Persib Bangkit Di Putaran Kedua Liga 1?

Video kericuhan PSBK VS Persewangi :

Dengan sanksi itu, PSBK dinyatakan berhak bermain di play-off Grup H Liga 2 yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada 12-18 Oktober 2017. Sementara Persewangi musim depan harus bermain di kasta ketiga kompetisi Indonesia.

Sebelumnya, seperti dilansir dari Striker.ID, Secara mendadak, Persewangi yang sebelumnya dipastikan lolos ke babak play-off Liga 2, ternyata masih harus menjalani laga play-off khusus melawan PSBK Blitar yang notabene peringkatnya berada di bawah mereka. Kedua klub punya poin sama, namun kalah head to head. Keputusan tersebut dikeluarkan PSSI dan PT LIB melalui sebuah surat.

Maka dengan sangat terpaksa, Persewangi pun menjalani laga ‘tambahan’ tersebut. Sejak awal laga dihelat tensi tinggi sudah terasa, dimana pemain Persewangi menolak jabat tangan dengan pemain PSBK dan perangkat pertandingan.

Ketika laga dimainkan, drama bak film action pun terjadi. Bahkan wasit harus mengeluarkan dua kartu merah bagi pemain Persewangi. Berkali – kali laga terhenti akibat kericuhan. Bahkan wasit pun tak meniupkan peluit panjang tanda laga usai, dan hanya berlari menghindari amukan para pemain di menit-menit akhir.

Baca juga: (Lagi) PSSI Ubah Regulasi Liga 1, Kali Ini Hapus Aturan Pemain U-23, Bagaimana Nasib Pemain Muda?

Laga ini sendiri akhirnya dimenangi PSBK dengan skor 1-0. Seusai pertandingan Manajer Persewangi Hari Wijaya mengungkapkan bahwa mereka memang tak siap dengan laga ini, dan merasa dipermainkan oleh PSSI.

“Laga ini begitu mendadak. Kami baru tahu tadi malam. Memang ada skenario untuk bisa menjegal kami dari Liga 2. Kami merasa dipermainkan,” tukasnya.

 

Komentar

komentar