Bukan Hanya Jokowi, Soeharto Juga Gemar Blusukan dengan Gaya yang Unik


SURATKABAR.ID – Meski terkenal lantaran aksi turun ke lapangan untuk mengetahui kondisi masyarakat secara langsung, ternyata bukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pertama kali mempopulerkan aksi tersebut, melainkan Presiden kedua RI Soeharto-lah.


Bahkan aksi yang dilakukan Soeharto sering membuat para pejabat daerah kalang kabut. Selain blusukan, masih ada kebiasaan unik lainnya yang dimiliki presiden kedua RI satu ini. Mulai dari pantang makan di restoran hingga membawa bekal masakan istri tercinta.

Rahasia menarik dari sosok Soeharto yang tak pernah diketahui sebelumnya ini dibongkar melalui sebuah video sepanjang 6 menit yang diunggah oleh  kanal YouTube dengan nama Lagi Rame, seperti yang diwartakan oleh Tribunnews.com.

Kisah yang dikupas berdasarkan dua buku, yaitu ‘Otobiografi Soeharto Pikiran, Ucapan dan Tindakan’ serta ‘Soeharto The Unlold Stories’ tersebut diunggah sejak tanggal 18 Juli 2017. Dan hingga saat ini telah disaksikan sebanyak lebih dari 200 ribu kali.

Baca Juga: Dilaporkan Lantaran Dituding Bikin Gaduh Umat Beragama, Eggi Sudjana Malah Bilang Begini

Hobi melakukan aksi blusukan di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Soeharto disebutkan tak pernah makan di restoran. Bahkan beliau senantiasa membawa serta rombongan kecil yang ditugaskan untuk memasak makanan sendiri. Tak ketinggalan beras dari Jakarta menjadi bekal selama blusukan.

Tak hanya itu, beliau tak pernah kelupaan untuk membawa masakan spesial yang dibuat oleh Tien Soeharto atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Tien. Yang mengejutkan, menu yang dibawakan sang istri bukan masakan mewah, melainkan hanya sambal teri dan kering tempe.

Dituturkan oleh Jenderal Purnawirawan Tri Sutrisno, mantan ajudan yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Soeharto, melalui buku ‘Soeharto The Untold Stories’ terbitan Gramedia menjabarkan semua kisah memprihatinkan yang dijalani Soeharto selama melakukan blusukan.

Saya melihat Pak Harto menikmati perjalanan keliling desa itu,” ungkap Tri Sutrisno dalam tulisannya yang mengungkapkan betapa kondisi Indonesia saat itu sedang terpuruk, namun seorang presiden tak protes, bahkan tampak nrimo, dikutip Tribunnews.com, Kamis (5/10/2017).


Tidak hanya mengorek informasi dari petani tentang harga beras, Soeharto juga selalu merahasiakan agendanya turun ke lapangan untuk menyelidiki hasil pembangunan di daerah. Hobinya tersebut tentu menyebabkan banyak pejabat, seperti menteri hingga pejabat daerah tak berkutik.

Fakta unik lainnya dari kegemaran tokoh politik ini blusukan adalah, bukan hanya menolak makan di restoran, namun juga tidak pernah menginap di hotel. Bahkan beliau lebih memilih untuk tidur di rumah penduduk atau rumah kepala desa sambil berbincang santai.

Proses pencatatan yang dilakukan Soeharto sepanjang aksinya tersebut bahkan beliau lakukan sendiri. Tanpa perantara. Dan jika tak tersedia meja, punggung ajudannya-lah yang dijadikan alas untuk menulis semua informasi penting. Tanpa terkecuali.

Tentu saja saya pun kadang-kadang merasa capek, karena hilir mudik dari sana ke mari lewat daratan, terbang dari satu tempat ke tempat lainnya untuk memulai dengan pembangunan yang baru dan mengontrol pembangunan yang sedang berjalan, dan lelah pula karena memeras otak.

Namun saya tidak boleh mengeluh, apalagi menyerah. Pembangunan adalah perjuangan yang sengit,” kata Soeharto seperti diungkapkan melalui buku berjudul ‘Otobiografi Soeharto, Pikiran, Ucapan dan Tindakan’.

Loading...

BAGIKAN

Berita sebelumyaPanglima TNI Menantang untuk Buktikan Dirinya Berpolitik Praktis
Berita berikutnyaMenteri Susi Dapat Pujian Selangit dari Pangeran Charles

Komentar

komentar