Waduh! Sudah 700 Kepala Desa Ditangkap, Jokowi Bilang Begini


SURATKABAR.ID – Presiden Joko Widodo mengimbau kepada setiap kepala desa untuk tidak menyelewengkan jabatannya. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama mengawasi penggunaan dana desa. Jokowi, sapaan akrab Presiden Joko Widodo, menyebut sudah ada 900 desa se-Indonesia yang tersangkut dengan masalah hukum lantaran menyelewengkan dana desa untuk keperluan pribadinya.


“Saya titip, di negara Indonesia ini kita memiliki 74 ribu desa. Sampai tahun ini, ada 900 yang mempunyai masalah, jadi hati-hati. kepala desanya ditangkap karena menyelewengkan dana desa. Saya enggak nakut-nakutin,” ujar Jokowi dalam sambutannya di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rbu (4/10/2017), seperti diberitakan laman okezone.com.

Lebih lanjut, Jokowi menuturkan bahwa dalam jangka waktu tiga tahun, pemerintah sudah menggelontorkan dana sebesar Rp 127 triliun yang dikucurkan dengan skema tiga tahapan. “Jadi, setiap desa mendapatkan kira-kira di tahun pertama Rp 300 juta, tahun kedua Rp 600 juta, dan tahap ketiga Rp 800 juta,” kata Jokowi.

Baca Juga: Dinilai Bertentangan dengan Jokowi, Fahri Hamzah: KPK Tutup Saja

Selain itu, Jokowi juga menegaskan bahwa jika dengan dana yang dinilainya besar tersebut tidak memberikan peningkatan kesejahteraan dan manfaat untuk desa-desa, maka ia memastikan ada yang salah dalam penggunaan dana tersebut. “Yang terpenting masyarakat harus mengawasi sehingga dana desa ini betul-betul memiliki manfaat bagi masyarakat yang ada di desa,” terangnya.

Dalam praktiknya, Jokowi berharap agar dana yang digelontorkan ke desa itu perputarannya cukup di lingkup desa hingga tingkat kabupeten saja. Hal itu, ucap Jokowi, guna memaksimalkan manfaat dana tersebut agar bisa secara langsung dirasakan oleh penduduk desanya. “Kalau membangun kaya embun gunakan 100 persen bahan-bahan dari desa itu, tenaga kerja 100 persen dari desa itu, jangan bawa kontrarktor dari kota untuk mengerjakan di desa, itu yang salah,” pungkas Jokowi.

Loading...

Komentar

komentar