Ternyata Seperti Ini Cara Menyiapkan Hewan Kurban Tanpa Menyiksanya


SURATKABAR.ID Menjelang Idul Adha, area pertanian dan peternakan terpadu pemerintah Provinsi Banten di Kota Serang memastikan puluhan hewan yang akan dikirim untuk dikurbankan memenuhi kriteria yang disyaratkan agama Islam.

Dilansir dari bbc.com pada Rabu (30/8/2017), Agus Tauchid, kepala dinas pertanian dan peternakan Provinsi Banten, menyoroti keberadaan lapak-lapak penjual hewan kurban di wilayahnya. Dirinya mengaku tidakk segan menindak para penjual yang memperlakukan hewan seenaknya.

Menrutnya menyiapkan hewan untuk melakukan Qurban pada saat Idul Adha ini sangat penting, karena merupakan suatu ibadah yang diakukan setahun sekali.

“Sanitasi kandang harus diawasi. Tempat jangan menyiksa dong. Jangan kita biarkan sapi, kerbau, kambing, domba dihujankan, dipanaskan. Perlakukan hewan itu dengan kesrawan. Jangan menunggu hewan laku dijual, tapi hewan tersiksa. Kami tidak seperti itu,” kata Agus

Agus menjelaskan, Kelayakan kandang ini menjadi penting mengingat penyakit berpotensi mewabah apabila tempat hidup ternak diabaikan. Terutama untuk kambing dan domba, harus memiliki kolongan agar kotoran hewan mudah dibersihkan secara berkala. Apabila kandang terlalu lembab, menurutnya, zat amoniak yang terkandung dalam kotoran hewan dapat terhirup sehingga hewan mudah terpapar penyakit.

Selain mempunyai kandang yang layak, Agus juga mengungkapkan, aspek kesejahteraan hewan memuat beragam elemen teknis lainnya, seperti cara menyembelih. Agar hal ini dapat diterapkan di lapangan pada Idul Adha, Agus Tauchid pun mengaku berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia dan sejumlah pengurus masjid di Provinsi Banten.

Baca Juga: Tak Peduli Imbauan Polisi, Anggota FPI Bakal Lakukan Ini Nanti Malam

“Salah satu muatan dalam koordinasi dengan MUI adalah mengadakan pembinaan teknis dengan juru sembelih. Bagaimana cara menyembelih, cara merubuhkan hewan ternak yang kesrawan dan tidak ada penyiksaan,” kata Agus.

Sebelum penyembelihan, Edi Wiryana, kepala seksi kesehatan hewan dari dinas pertanian dan peternakan Provinsi Banten, mengatakan bahwa merubuhkan hewan ada metodenya tersendiri. Selama ini, menurutnya, cara sebagian masyarakat merubuhkan hewan tergolong penyiksaan.

Edi menjelaskan, metode yang benar adalah dengan mengikatkan tali pada badan sapi atau kerbau lalu rubuhkan ke sisi kiri.

Mengapa ke sisi kiri? Karena dalam anatomi sapi, sisi kiri adalah perutnya yang kosong. Kalau dirubuhkan ke kiri, dia tidak terlalu merasa sakit,” papar Edi.