Diminta Lepas Jilbab, Perempuan Ini Terima Rp 1 Miliar Lebih


SURATKABAR.ID Seorang wanita di Kota Long Beach, California akan mendapatkan 85 ribu dolar AS (setara Rp 1,069 miliar) dari kepolisian di Kota tersebut. Kejadian itu terjadi setelah perempuan bernama Kristy Powell dilepaskan jilbabnya secara paksa oleh seorang petugas saat berada dalam tahanan polisi.


Dilansir dari cnn.com pada Minggu (13/8/2017), kejadian itu berawal pada tahun 2015 pada saat Kirsty Powell dan suaminya diminta oleh petugas untuk meminggirkan kendaraanya. Petugas lalu lintas tersebut memberhentikan Kristi dengan alasan karena mobilnya low rider.

Lalu, Kristi yang pada saat itu duduk di bangku penumpang tiba-tiba ditangkap, setelah polisi menemukan surat perintah penangkapan atas namanya dengan alasan insiden penguntil. Karena langsung diperiksa, suami Suami Kristy meminta petugas wanita menangani penangkapan tersebut. Namun, petugas yang memeriksa menolak permintaan tersebut dan meminta pada saat itu juga melepaskan jilbabnya.

Akhirnya, Kristy menghabiskan malam di penjara tanpa jilbabnya. Kepolisian mengembalikan jilbab Powell setelah suaminya membayar uang jaminan.

Setelah itu, Kristy menggugat kepolisan kota setempat dengan tuduhan “dipaksa difoto tanpa pakaian yang sesuai aturan agamanya”. Gugatan itu juga menjelaskan, sebagai hasil dari pemaksaan yang melanggar kebebasannya melaksanakan perintah agama, Kristy mengalami ketidaknyamanan, penghinaan, dan tekanan emosional.

Baca Juga: Mendagri Mengaku Telah 2 Tahun Awasi Aktivitas FPI

“Dia menangis sepanjang cobaan dan mengalami penghinaan saat keyakinan agamanya dan integritas pribadinya dilanggar,” kata gugatan tersebut.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) memberikan komentar dalam siaran persnya. Didalamnya, CAIR memuji Kristy karena membela haknya atas kebebasan beragama dan mengambil tindakan.

Kristy pun mengatakan kepada CAIR saat mengajukan tuntutan. Ia berharap menjadi muslimah terakhir yang memiliki pengalaman seperti ini.

“Saya ingin saudara perempuan Muslim saya selalu merasa nyaman dan aman mengenakan jilbab dan membela apa yang benar,” katanya.

Komentar

komentar


Terbaru

Fahri Hamzah Ngantor Di DPR Pakai ‘Seragam’ Gerindra, Ternyata Begini Respon Fadli Zon

SURATKABAR.ID - Entah jadi sinyal atau sekedar kebetulan, tapi Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah disebut sudah seperti kader Partai Gerindra.Fahri sendiri saat ini...

Politikus PDIP Kompak Menolak, Kenapa Jokowi Malah Dukung Nobar Film G30S/PKI?

SURATKABAR.ID - Instruksi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk melakukan nonton bareng atau pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI memang meimbulkan polemik. Meski begitu, Presiden Joko Widodo...

Panglima TNI Sebut Akan ada 5 Ribu Senjata Masuk Secara Ilegal, Anggota DPR Singgung...

SURATKABAR.ID - Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai masuknya 5 ribu senjata ilegal ditanggapi serius oleh sejumlah pihak. Diantaranya adalah Wakil Ketua Umum...

Pemutaran Film G30S/PKI Bisa Jadi Pisau Bermata Dua untuk Gatot Nurmantyo

SURATKABAR.ID – Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika menyebutkan jika instruksi pemutaran film penumpasan Pengkianatan G30S/PKI merupakan pisau bermata dua bagi popularitas dan elektabilitas...

Pernah Menjabat 2 Kali Ikuti Jejak Ayahnya, Inilah Wali Kota Cilegon TB Iman Ariyadi...

SURATKABAR.ID – Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepala daerah kembali dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada Sabtu (23/9/2017) dini hari tadi, Wali Kota Cilegon, Tubagus...

Soal Film G30S/PKI, Try Sutrisno Beri Pesan ke Panglima TNI

SURATKABAR.ID - Ramainya perbincangan publik mengenai polemik pemutaran film penghiatan G30S/PKI yang telah diintruksikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mendapatkan komentar dari Mantan...

Jokowi Ingin Ada Film G30S/PKI Versi Baru, Begini Jawaban Tegas Panglima TNI

SURATKABAR.ID - Rencana nonton bareng film G30S/PKI menjadi sorotan akhir-akhir ini. Beberapa pihak memberikan dukungan, sementara yang lain menolak dengan alasan tak sesuai dengan...