Sebelum Daftar Jadi Calon Wagub Jateng, Pria Ini Putuskan Jadi Mualaf dan Ganti Nama, Ada Apa?



SURATKABAR.ID Geliat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 2018 mendatang, memunculkan berbagai fenomena, baik yang terkait langsung maupun tidak. Seperti halnya yang membuat geger di Kota Semarang Jawa Tengah.

Seperti dilansir dari Detik.com, Kota Semarang dan Jawa Tengah pada umumnya tengah dibuat bertanya –tanya, terkait dengan apa yang dilakukan seorang pengacara bernama Pho Iwan Salomo.

Pasalnya pria berusia 38 tahun tersebut berganti keyakinan dan nama sebelum mendaftar resmi sebagai calon wakil gubernur Jawa Tengah melalui PDI Perjuangan.

Iwan sebenarnya sudah jauh hari mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wagub Jateng, yang dibuka oleh partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut.

Baca juga: Kompak, PDIP dan Golkar Tak Akan Dukung Ridwan Kamil di Pilkada Jabar

Namun, ketika mengembalikan formulir tersebut pada Jumat (11/08/2017), Iwan diketahui ternyata sudah berganti nama dan keyakinan, dengan memeluk agama Islam.

Sebelum mengembalikan formulir pendaftaran, Iwan ternyata sudah mengucapkan dua kalimat Syahadat sebagai tanda memeluk Islam. Hal itu ia lakukan di Masjid Baiturrahman, Semarang, dengan dipandu seorang ulama setempat. Setelah masuk islam, Iwan juga mengganti namanya menjadi Iwan Sulaiman.

Terkait dengan kontroversi publik, yang menduga perubahan keyakinan Iwan terkait dengan mendulang simpati jelang pilkada, pria tersebut menolaknya dengan keras.

“Tidak ada paksaan dan juga kepentingan politik. Juga bukan karena saya mau daftar di PDI-P,” tegas Iwan di Semarang, Jumat (11/08/2017).

Namun setelah memeluk Islam, Iwan juga tidak membantah jika ia juga berharap para ulama dan kiai di Jateng bisa memberikan dukungan kepada pihak.

“Ini amanah ulama. Sebelumnya ulama tidak bisa dukung saya. Saya sudah mendapatkan hidayah,” ujar pria kelahiran 6 Juli 1978 itu.

Baca juga: Demi Dukung Gus Ipul, PKB Bujuk Jokowi Agar Tak Ijinkan Khofifah Maju di Pilkada Jatim

Meski optimistis menjadi calon wakil gubernur, Iwan menegaskan dirinya tidak akan menjadi anggota partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

“Saya pakai baju putih dan PDIP itu merah, merah putih lebih serasi dan saling melengkapi,” ungkapnya. Kondisi tersebut dinilainya tidak akan menjadi halangan karena dirinya memiliki program nyata yang sejalan dengan PDIP.

Jumat 11 Agustus 2017, adalah hari terakhir DPD PDIP Jateng menerima pengembalian formulir pendaftaran dari calon pendaftar cagub dan cawagub Jateng lewat partai belogo kepala banteng ini.

Komentar

komentar