Mukjizat Pertama Yesus Ditemukan DI Bengkel Berusia 2.000 Tahun


SURATKABAR.IDPara arkeolog Israel pekan ini menemukan sebuah bengkel berusia 2.000 tahun, yang diperkirakan menjadi tempat pembuatan wadah batu, seperti yang digunakan Yesus.


Dilansir dari tribunnews.com pada Sabtu (12/8/2017) , Salah satu bagian dari Injil bagian kesaksian Yohanes, di jelaskan tantang bagaimana Yesus melakukan mukjizat pertamanya, adalah mengubah air menjadi anggur. Disana juga dikisahkan pada hari ketiga sebuah pesta pernikahan di Kana, Galilea, persediaan anggur untuk para tamu habis.

Setelah itu, Maria Ibu dari Yesus Kristus yang ikut dalam acara itu meminta putranya untuk membawa enam tempayan batu dan memenuhinya dengan air. Dan dalam sekejap Air di dalam tempayan itulah yang disebutkan dalam Injil Yohanes, berubah menjadi anggur.

Bengkel yang ditemukan arkeolog Israel tersebut terletak di sebuah desa di Galilea, Reineh, di sebelah utara Israel. Lokasi itu dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari Kana.

“Bengkel itu ditemukan secara tak sengaja, saat berlangsung pembangunan jalan akses menuju pusat olah raga baru,” kata Direktur penggalian Yonatan Adler, Kamis (10/8/2017)

Alder menambahkan, ia sudah dua bulan kebelakang telah menemukan Fragmen-fragmen mangkuk dan gelas-gelas batu di tempat tersebut. Ia juga menjelaskan ada ribuan silinder batu yang dibuang sebagai bagian dari proses melubangi wadah-wadah tersebut dengan mesin bubut.

Baca Juga: Kisah Tragis Pria yang Dipenjara oleh Keluarganya Sendiri Selama Bertahun-tahun

“Orang-orang Yahudi pada periode tersebut menggunakan wadah batu semacam itu karena alasan ketaatan religius,” kata Adler.

Spesifikasi barang yang ada menurut Alder merupakan khas dari periode paruh kedua abad pertama sebelum masehi, hingga pertengahan abad pertama masehi.

“Berdasarkan ritual kuno Yahudi, bejana yang terbuat dari tembikar dinilai tidak murni dan mudah hancur, Sementara, tembikar batu, dianggap sebagai bahan yang murni dan tak akan pecah,” tutur Adler kembali.

Praktik tersebut pun tercatat dalam Alkitab-Perjanjian Baru tentang pernikahan di kana. Alder kembali menjelaskan, sejauh ini yang ada di situs penemuanya belum menemukan produksi di lokasi semacam ini.

Komentar

komentar


Terpopuler