Inilah 8 Fakta Proklamasi Kemerdekaan RI Yang Jarang Terungkap Dan Wajib Anda Ketahui



SURATKABAR.ID 17 Agustus merupakan tanggal yang sangat sakral bagi rakyat Indonesia. Tepat pada tanggal ini 72 tahun yang lalu, bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya.

Melalui Soekarno-Hatta yang menjadi pasangan presiden dan wakil presiden pertama RI, Indonesia membuat sejarah baru dengan menyatakan kemerdekaannya.

Meskipun tampak berlangsung khidmat dan lancar, namun siapa sangka ternyata terdapat berbagai fakta menarik yang meliputi proklamasi RI yang mungkin luput dari perhatian kita selama ini. Fakta apa sajakah itu, berikut kami rangkumkan untuk anda dari berbagai sumber:

  1. Soekarno sebenarnya sakit saat bacakan teks proklamasi

Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, 2 jam sebelum pembacaan teks Proklamasi, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana.

Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Saat itu, tepat di tengah2 bulan puasa Ramadhan.

“Pating greges”, keluh Bung Karno setelah dibangunkan dr Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta.

2. Upacara Proklamasi yang sederhana namun penuh makna


Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor, dan tak ada pancaragam.

Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nanti selama lebih dari 300 tahun!

Baca juga: Mengejutkan! Ternyata Inilah Hidangan Favorit Soekarno, yang Tak Pernah Lupa Ia Bawa Ke Luar Negeri

3. Bendera pusaka dari kain sederhana dan murah, namun sangat berharga bagi Bangsa Indonesia


Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat? Dibuat dan Dijahit dari kain Sederhana. Namun Tetap Suci Dan Sangat Berharga.

4. Akbar Tanjung adalah menteri pertama yang “Asli Indonesia”


Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar “orang Indonesia asli”. Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945.

Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu. “Orang Indonesia asli” pertama yang menjadi menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan (1988-1993).

5. Kalimantan, pulau yang dipimpin 3 negara


Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia. Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia. Di pulau tersebut, ada 3 kepala negara yang memerintah! Presiden Soeharto (memerintah 4 wilayah provinsi), PM Mahathir Mohamad (Sabah dan Serawak) serta Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei).

Baca juga: Wah! Begini Kisah Soekarno yang Harus Buat Tempat Tidur demi Raja Arab Saudi

6. Naskah asli Proklamasi yang sempat hilang, ditemukan oleh seorang jurnalis


Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah! Anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan BM Diah.

Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik.Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

7. Negatif foto asli Proklamasi disimpan di bawah pohon


Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita hingga kini. Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka.

Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar. Padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja.

Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang?

8.  17 Agustus 1945 bertepatan dengan bulan suci ramadhan

Ramadan adalah bulan suci yang penuh dengan keberkahan dan keutamaan. Di bulan itu, semua amal manusia dilipatgandakan dan semua perbuatan baik diperhitungkan. Dalam kalender Islam, 17 Agustus 1945 sama dengan 9 Ramadhan 1364 H.

Pemilihan tanggal itu sebagai hari proklamasi kemerdekaan dinilai sebagai waktu yang tepat oleh kalangan Islam. Sebab, jatuh pada hari baik yakni Jumat dan bulan suci Ramadan.

Komentar

komentar


Terpopuler