Geger! Benarkah Patih Gajah Mada Beragama Islam?



SURATKABAR.ID – Nama Patih Gajah Mada mendadak ramai dibicarakan karena dirinya disebut sebagai seorang Muslim. Bahkan, ada yang bilang bahwa namanya adalah Gaj Ahmada, bukan Gajah Mada.

Perdebatan ini kemudian dijawab oleh novelis sastra Langit Kresna Hariadi. Menurutnya, nama Gaj Ahmada hanyalah otak-atik orang saja.

“Gaj Ahmada itu orang otak atik saja, makanya viral. Jadi itu hanya dipaksa-paksakan, dihubung-hubungkan. Jadi kebetulan saya mengira sih itu latar belakangnya ideologi agama, demikian juga orang yang memaksakan,” terang Langit, Minggu (18/6/2017) dilansir detik.com.

Menurutnya, di negara Kertagama dan prasasti yang menceritakan tentang Sumpah Palapa, tak sekalipun menyebutkan Gaj Ahmada.

Baca juga: Pria Kemayu Ikut Tes Calon TNI, Tak Disangka Motivasinya Ternyata…

“Tidak ada yang disebut, tidak ada Gajah Mada ditulis dengan Gaj Ahmada, itu tidak benar. Siapapun boleh menafsirkan agamanya Islam, jadi gini kalau dihitung prosentase ya kalau tahun 1000-an lebih sedikit pernah ditemukan nisan kuburan muslim di Gresik itu usianya sama seperti usia Kediri,” lanjutnya.

Sementara itu, soal koin jaman Majapahit bertuliskan kalimat syahadat, menurut Langit bisa terjadi karena sistem pembayaran jaman dulu adalah barter. Jadi tak heran jika beredar koin bertuliskan syahadat ataupun tulisan Cina.

Sedangkan untuk agama Mahapatih Gajah Mada, Langit menyebutkan kemungkinan dia beragama Islam sangatlah kecil.

“Saya tidak mengatakan tidak benar, ada kemungkinannya kecil, ada prosentasenya kecil kalau dirunutkan fakta yang ada, itu menjadi pendapat pribadi saya,” tegasnya.

Sementara itu, dilansir detik.com, ada seorang Muslim berpengaruh yang memang menyandang nama Pateh Arya Gajah Mada.

Nama lengkapnya adalah Ali Nurul Alam. Namanya mungkin sangat asing bagi masyarakat Indonesia, kecuali mereka yang masih keturunan para sayyid, habib, kesultanan Cirebon, dan Banten.

Baca juga: Terlanjur Makan Mie Mengandung Babi, Apa ya Hukumnya?

Nama Ali Nurul Alam muncul dalam Babad Tanah Sunda: Babad Cirebon yang ditulis oleh PS Suledraningrat. Babad ini bisa dibilang merupakan sejarah resmi Kesultanan Cirebon.

Ali Nurul Alam juga merupakan kakek dari Sunan Gunung Jati. Sebab, nama lengkap Sunan Gunung Jati adalah Syarif Hidayatullah bin Syarif Abdullah bin Sayyid Ali Nurul Alam.

Nah, bagaimana menurutmu soal penjelasan singkat sejarah ini?

Komentar

komentar


Terbaru

Tifatul Doakan Jokowi Makin Gemuk, PKB Gempar. Kenapa?

SURATKABAR.ID - Politikus PKS Tifatul Sembiring menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) makin kurus. Untuk itu, Tifatul berdoa agar Jokowi digemukkan. Namun, bukannya mengamini doa Tifatul,...

Tampil Beda dengan Baju Adat Bugis Makassar, Begini Isi Pidato Presiden Jokowi di Sidang...

SURATKABAR.ID – Dalam sidang tahunan MPR 2017 yang baru saja digelar, tampak ada yang berbeda pada penampilan Presiden RI Ir. Joko Widodo. Jika pada...

Ini Sebabnya PKS Minta Pembangunan Gedung DPR Ditunda

SURATKABAR.ID – Sohibul Iman yang merupakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menganggap pembangunan Gedung DPR bukan merupakan prioritas. Ia memahami adanya kebutuhan anggota DPR...

SBY Berharap Jokowi, Dan Presiden RI Selanjutnya Bisa Sesukses Dirinya

SURATKABAR.ID - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden keenam Republik Indonesia, menyatakan setiap pemimpin negara, seperti juga presiden di Indonesia, khususya, haruslah bisa memberikan pengaruh...

Saat Menpora ‘Goda’ Najwa Shihab di Tengah Santernya Isu Reshuffle

SURATKABAR.ID – Imam Nahrowi, Menteri Pemuda dan Olah Raga sempat melontarkan candaan bernuansa politik terhadap Najwa Shihab. Candaan Menpora tersebut seorang menggoda Najwa Shihab...

Susi Pudjiastuti: Sudah Kami Viralkan, PT Pelni Malu dan Sudah Minta Maaf

SURATKABAR.ID – Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia menyebutkan jika pihaknya sudah tidak perlu lagi menegur PT Pelni atas tindakan salah satu petugasnya...

Tolak Full Day School, KH. Hasyim Asyari dan KH. Ahmad Dahlan Dibesarkan oleh Madrasah

SURATKABAR.ID – Selasa (15/8/2017) para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sleman yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Madrasah (KMPM) melakukan aksi demo untuk menolak kebijakan...