Terjawab Sudah Misteri Potret Keluarga Tanpa Ayah di Kaleng Biskuit Khong Guan, Begini Jawaban Pelukisnya



SURATKABAR.ID – Merayakan hari raya, biskuit Khong Guan sepertinya merupakan trade mark dan menjadi favorit rakyat sebangsa setanah air. Karena rasanya yang lezat serta variannya yang beragam, biskuit dengan merk satu ini kerap menemani nastar, kastengels bersama kue-kue kering lainnya. Bahkan tahun demi tahun berlalu, tak ada perubahan signifikan pada penampilan kaleng biskuit yang sudah menjadi tradisi tersebut. Tampak warna merah dan gambar deretan biskuit yang bisa dinikmati di dalamnya menghiasi kaleng.

Namun satu hal yang paling diingat dari kaleng biskuit itu, yang juga menjadi ciri khasnya, adalah lukisan ibu dan dua anaknya yang sedang menikmati teh dan biskuit. Uniknya, tidak ada ayah dalam lukisan itu. Hal ini kerap dijadikan meme dan bahan bercandaan para generasi milenial di media sosial. Banyak yang berseloroh terkait di mana sesungguhnya keberadaan sang ayah. Beberapa pihak mengatakan dengan bercanda, ayahnyalah yang sedang memotret mereka.

Tak banyak yang tahu, pelukis gambar itu adalah Bernardus Prasodjo, yang kini berusia 69 tahun. Dalam sebuah video yang diunggah ANTARA News di YouTube, Bernardus menuturkan kisah di balik lukisan yang ikonik itu. Ia juga berkomentar tentang pertanyaan banyak orang tentang gambar itu, yakni keberadaan sosok ayah, sebagaimana lansiran Kompas, Senin (19/6/2017).

Dikatakan Bernardus, ia mendapat pesanan untuk gambar itu dari sebuah perusahaan separasi film.

Baca juga: Buka-Bukaan, Begini Curhat Syahrini Soal Hubungan Asmaranya yang Kandas karena Beda Agama

“Mereka pesan banyak sekali gambar ke saya. Salah satunya Khong Guan itu,” Bernardus bercerita.

Ketika itu, ia mendapat contoh dari sebuah majalah. Potongan gambar itu terlihat lusuh. Ia mengikuti saja arahan yang diberikan pihak pemesan soal gambar yang diinginkan mereka.

Siasat Pemasaran

Menurut Bernardus, gambar yang sampai saat ini menghiasi kaleng biskuit Khong Guan itu tidak banyak berbeda dengan gambar contoh yang disodorkan padanya.

“Ya cuma ini bajunya warna kuning, yang ini merah. Kemudian anaknya yang ini rada digeser ke mari, yang ini jadi pegang biskuit. Ya begitu aja,” tutur pria berusia 69 tahun itu.

Sewaktu ditanya soal ketiadaan sosok ayah dalam gambar itu, Bernardus mengaku tidak tahu persis. Meski demikian ia memiliki sebuah teori. Gambar yang dirancangnya memang dibuat berdasarkan strategi marketing tertentu.

“Menurut saya itu cara untuk mempengaruhi ibu rumah tangga supaya membeli. Jadi yang penting ada ibunya di situ,” urai Bernardus sambil tersenyum.

“Karena yang belanja ibunya kok,” lanjut pria yang kini aktif dalam pengobatan prana tersebut.

Bisa Punya Rumah dan Mobil

Bernardus pun menuturkan proses pembuatan gambar yang melegenda itu. Awalnya ia membuat sketsa dengan komposisi gambar sesuai pesanan.

“Kita sketch dulu. Kira-kira seperti ini mau gak. Sampai sudah setuju kira-kira komposisinya seperti itu, baru kita lukis,” tutur Bernardus.

Seingat dia, lukisan yang kini tergolong vintage itu ia buat sekitar tahun 1970-an.

“Yang penting dari pekerjaan-pekerjaan semacam itu, bisa punya rumah, bisa punya mobil,” bebernya.

Bernardus menuturkan ia mengawali karier sebagai pelukis profesional sejak menjalani kuliah di Institut Teknologi Bandung. Rumah kosnya di Jalan Lengkong Kecil Bandung bersebelahan dengan kantor redaksi Aktuil, sebuah majalah musik terkenal saat itu.

“Kami suka main ke situ, bantu-bantu buat ilustrasi. Keterusan. Lama-lama kuliahnya ketinggalan,” kisahnya.

Dari situ ia mulai mendapat pesanan komik, yang lama-lama semakin banyak. Dari komik, ia mendapat pesanan dari perusahaan untuk menggambar produk mereka.

“Dulu, saya ke supermarket, itu bangga sekali. Hampir semua etiket-etiket yang laku itu, saya yang bikin. Tetapi, makin ke sini, makin sedikit,” tutur Bernardus.

Baca juga: Heboh Wartawan dari Media Ini Dianiaya Brimob di JCC, Begini Kronologinya

Saat ini yang tersisa hanya Khong Guan, Monde, dan Nissin wafer, Berrnardus menutup kisahnya.

Galeri Meme dari Lukisan Biskuit Khong Guan

Dari kebanyakan meme yang beredar di kalangan netizen, hampir semuanya menyelorohkan keberadaan sang ayah.

Komentar

komentar


Terbaru

Tifatul Doakan Jokowi Makin Gemuk, PKB Gempar. Kenapa?

SURATKABAR.ID - Politikus PKS Tifatul Sembiring menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) makin kurus. Untuk itu, Tifatul berdoa agar Jokowi digemukkan. Namun, bukannya mengamini doa Tifatul,...

Tampil Beda dengan Baju Adat Bugis Makassar, Begini Isi Pidato Presiden Jokowi di Sidang...

SURATKABAR.ID – Dalam sidang tahunan MPR 2017 yang baru saja digelar, tampak ada yang berbeda pada penampilan Presiden RI Ir. Joko Widodo. Jika pada...

Ini Sebabnya PKS Minta Pembangunan Gedung DPR Ditunda

SURATKABAR.ID – Sohibul Iman yang merupakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menganggap pembangunan Gedung DPR bukan merupakan prioritas. Ia memahami adanya kebutuhan anggota DPR...

SBY Berharap Jokowi, Dan Presiden RI Selanjutnya Bisa Sesukses Dirinya

SURATKABAR.ID - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden keenam Republik Indonesia, menyatakan setiap pemimpin negara, seperti juga presiden di Indonesia, khususya, haruslah bisa memberikan pengaruh...

Saat Menpora ‘Goda’ Najwa Shihab di Tengah Santernya Isu Reshuffle

SURATKABAR.ID – Imam Nahrowi, Menteri Pemuda dan Olah Raga sempat melontarkan candaan bernuansa politik terhadap Najwa Shihab. Candaan Menpora tersebut seorang menggoda Najwa Shihab...

Susi Pudjiastuti: Sudah Kami Viralkan, PT Pelni Malu dan Sudah Minta Maaf

SURATKABAR.ID – Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia menyebutkan jika pihaknya sudah tidak perlu lagi menegur PT Pelni atas tindakan salah satu petugasnya...

Tolak Full Day School, KH. Hasyim Asyari dan KH. Ahmad Dahlan Dibesarkan oleh Madrasah

SURATKABAR.ID – Selasa (15/8/2017) para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sleman yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Madrasah (KMPM) melakukan aksi demo untuk menolak kebijakan...