Arema FC 2017, Dejavu Musim 2008-2009, Akankah Bernasib Sama?


SURATKABAR.IDPublik bola di Malang khususnya, kini sedang dalam rasa kesal,sedih dan kesal lantaran tim kebanggaan mereka Arema FC saat ini sedang dalam kondisi terpuruk. Bagaimana tidak Singo Edan yang begitu garang di awal musim, kini melempem. Bahkan melawan tim papan bawah seperti Perseru Serui di kandang mereka Gajayana, Arema hanya mampu bermain imbang 0-0.


Gelombang protes pun mulai bergulir dari para suporter kesayangan mereka Aremania. Mereka menuntuk agar sang pelatih Aji Santoso mundur dari jabatannya.

Namun apakah anda menyadari, bahwa apa yang terjadi dengan Arema hari ini seperti ulangan pada musim 2008-2009? Begitu banyak kesamaan, hingga membuat kita seperti mengalami De Javu.

Berikut ulasan kesamaan Arema 9 tahun yang lalu dengan saat ini, seperti dilansir dari Fokusmalang.com:

Mengapa kita menyebut Dejavu? Karena situasi dan juga kondisi nya benar –benar sama persis dengan 9 tahun yang lalu. Saat itu adalah Indonesia Super League (ISL) pertama kali dijadikan nama liga dengan kasta tertinggi di Indonesia, sebuah situasi yang sama dengan musim ini, ketika kompetisi resmi digulirkan setelah sepakbola Indonesia dibekukan oleh FIFA.

Baca juga: Ingat Dengan Bek legendaris Arema Saat Juara Coppa 2006-2007 Ini? Terungkap! Sekarang Ia Berprofesi Sebagai…

Nah, ternyata Dejavu terbesar malah ada pada situasi di kubu Arema. Perombakan besar –besaran yang dialami Arema saat ini ternyata sama persis dengan apa yang terjadi di musim 2008-2009. Dimana saat ini Arema yang dilatih Coach asli Arema Bambang Nurdiansyah melakukan reformasi dalam kubu tim.

Yup, inilah dejavu yang pertama, karena kini Arema juga dilatih oleh pelatih asli dari Bhumi Arema, Aji Santoso.

Dejavu berikutnya adalah situasi tim. Dimana jajaran pemain bintang di Arema musim sebelumnya (2007-2008) pada masa itu , seperti Firman Utina, Hendro Kartiko, Elie Aiboy, Pato Morales, Ponaryo Astaman dan lain –lain, tak lagi diperpanjang kontrak, dengan alasan pelatih dan manajemen  ingin melakukan peremajaan tim dan membuat skuat muda yang hebat, dengan prospek jangka panjang.

Merombak tim

Para bintang yang sudah punya tempat di hati Aremania itu pun digantikan sederet pemain muda, yang namanya belumlah terlalu berkibar kala itu seperti, Kurnia Meiga, Zulkifly Syukur, Achmad Jufrianto, Fandi Mochtar, Ahmad Bustomi dan beberapa pemain muda lain.

Baca juga: Masih Ingat Dengan Skuat Arema Indonesia Juara 2009-2010 Ini? Begini Kabar Para Punggawanya Sekarang

Pada masa itu bintang Arema yang dipertahankan hanyalah wing back senior Alexander Pulalo, yang memang tampaknya oleh Bambang Nurdiansyah dipersiapkan sebagai ‘pengasuh’ bagi para juniornya di skuat muda tersebut.

Lalu bagaimana perjalanan tim pada masa itu? Untuk masalah yang satu ini Arema di ISL I saat itu bisa dibilang mengalami degradasi penampilan. Tampaknya para pemain muda di bawah asuhan Bambang Nurdiansyah belum siap bermain di kasta tertinggi.

Bahkan Bambang Nurdiansyah hanya bertahan 4 pertandingan, sebelum akhirnya eks pemain Timnas ini mengundurkan diri, dan digantikan pelatih asal Malang lainnya Gusnul Yakin. Konon, Bambang Nurdiansyah harus melempar handuk setelah mendapat tekanan hebat dari Aremania, yang mengecam hasil kalah dan imbang  di kandang beruntun dari Pelita Jaya dan PSIS Semarang.

Di bawah asuhan caretaker Gusnul Yakin, permainan dan performa Arema saat itu bisa dibilang belumlah stabil. Hingga pada jeda transfer kedua, Arema kembali melakukan perombakan tim.

Baca juga: Ingat legenda Arema Ini? Setelah Dikabarkan Jadi Sopir Taksi, Kini Nasibnya Malah…

9 pemain ditendang keluar, termasuk para pemain asing seperti Pello Benson, Emille Mbamba, dan Soulemayne Traore

Bahkan Arema harus kembali mendatangkan bomber mereka musim sebelumnya, Patricio ‘Pato’ Morales demi bisa mengangkat kembali performa tim di putaran kedua.

Meskipun tim dirombak habis –habisan, perjalanan Arema tidak otomatis menjadi mulus di musim tersebut. Bahkan Kurnia Meiga dan kawan –kawan sempat mencatat rekor kekalahan terburuk di kandang, kala dibabat 0-5 oleh Persipura Jayapura di Kanjuruhan Malang.

Endingnya, saat itu Arema harus puas menempati posisi ke-10 di klasemen akhir Super Liga I (2008-2009).  Lalu dalam perjalanan berikutnya, Arema dengan skuat yang tak jauh berbeda di bawah asuhan pelatih asal Belanda Robert Rene Albert, malah bisa menjadi juara di ISL 2009-2010.  Dan jajaran pemain muda yang sempat dicibir, malah menjadi bintang hingga saat ini, sebut saja Kurnia Meiga dan Achmad Bustomi.

Baca juga: Inilah 4 Pemain Kelas Dunia yang Bisa Jadi Akan Berkostum Arema FC Musim Ini

Terpuruk di papan bawah

Nah, tampak jelas bahwa situasi tak jauh berbeda bahkan sama persis sekarang sedang melanda Arema FC 2017-2018. Perombakan tim besar –besaran dan pergantian jajaran pelatih. Lalu pertanyaannya, akankah nasib tim akan sama dengan musim 2008-2009?

Atau akankah Aji Santoso berhasil mencetak sejarah sebagai pelatih asli Malang pertama yang sukses menukangi Singo Edan, atau malah Aji harus mengikuti jejak pendahulunya Bambang Nurdiansyah yang harus mundur di tengah jalan?

Ya, bilapun Arema musim ini performa nya belum menjanjikan, tampaknya para fans harus bisa bersabar. Karena bisa jadi akan terjadi  seperti 9 tahun yang lalu, setelah terpuruk Arema masih mampu bangkit dan menjadi juara di musim selanjutnya bersama Robert Albert dalam situsasi yang tak terduga.

Komentar

komentar


Terpopuler