Inikah Marquee Player yang Diincar Singo Edan Untuk Gantikan Juan Pino?


SURATKABAR.ID Arema FC masih belum bisa keluar dari mimpi buruknya. Berhadapan dengan salah satu tim terlemah di Liga 1, Perseru Serui, Singo Edan yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri, harus puas dengan hasil imbang 0-0. Belanja pemain yang kurang tepat, dituding jadi salah satu penyebabnya.


Kualitas marquee player Juan Pablo Pino yang penuh tanda tanya, serta minimnya pemain di sektor pertahanan, tampaknya jadi PR besar bagi tim pelatih dan manajemen Singo Edan dalam memperbaiki performa tim mereka.

Kini mencuat  wacana bahwa nama mantan bek Arema FC di musim 2012-2014, Thierry Gathuessi akan kembali berkostum Arema pada putaran kedua Liga1 2017.

Pemain yang kini berusia 35 tahun tersebut, jelas bukan nama asing di persebakbolaan nasional. selain Arema, Gathuessi juga sempat membela Sriwijaya FC, Persiram Raja Ampat dan Barito Putra.

Peluang Gathuessi merapat kembali ke Singo Edan tampaknya terbuka lebar. Karena, seperti dilansir dari Bola.com, pemain kelahiran Kamerun ini saat ini tengah menganggur di Prancis. Ia banyak mengabiskan waktu untuk berkumpul dengan keluarganya.

“Pasti ada rencana untuk kembali ke Indonesia. Sekarang masih jaga kondisi di sini. Cukup lama saya tidak komunikasi dengan agen dan perkembangan sepak bola Indonesia,” katanya.

Baca juga: Perfoma Marquee Player Arema FC Ini,  Mulai Undang Tanda Tanya

Apalagi jika memang kembali ke Indonesia, Gathuessi bisa bermain dengan status marquee player, lantaran ia mengawali kariernya dengan bermain di kasta tertinggi Liga Prancis (League 1) bersama klub Montpellier.

“Saya lima tahun main di kasta tertinggi Prancis. Semoga nantinya bisa segera kembali ke Indonesia,” ujarnya.

Hal ini jelas seperti menegaskan rencana manajemen Arema yang juga ingin menukar atau meminjamkan marquee player mereka saat ini Juan Pino, yang dianggap tidak cocok dengan gaya bermain Singo Edan.

Merekrut Gathuessi jelas akan jadi solusi bagi banyak problematika Arema. Selain ia akan menambal lubang di lini belakang, pemain yang bisa bermain di tiga posisi, yaitu stopper, bek kiri dan gelandang bertahan, ini tidak akan membutuhkan waktu adaptasi, karena sudah sangat mengenal sepakbola Indonesia, khususnya Malang.

“Indonesia sudah seperti rumah saya sendiri. Tapi, komunikasi terputus karena tidak ada agen. Mungkin nanti saya akan datang ke Indonesia untuk lihat situasi sekarang seperti apa dan komunikasi langsung dengan klub,” jelasnya.

Perlu diketahui, perubahan status dari pemain asing biasa ke marquee player juga dilakukan PSM Makassar terhadap gelandang Wiljan Pluim. Musim lalu Pluim sudah bermain di PSM. Ketika ada aturan marquee player, status Pluim berubah karena pernah bermain di kasta tertinggi Liga Belanda.

 


BAGIKAN

Berita sebelumyaIngat Dengan Aktor Kungfu Legendaris Ini? Siapa Sangka Sekarang Nasibnya Begini
Berita berikutnyaPolisi Iran Tewaskan Pelaku Serangan Gedung Parlemen

Komentar

komentar


Terpopuler