Tak Menginap di Rutan Cipinang, Ternyata Ahok Tidur di Tempat Ini


SURATKABAR.ID – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapat vonis dua tahun penjara dengan tuduhan penistaan agama. Setelah divonis, Ahok langsung digiring ke Rutan Kelas 1 Cipinang.

Namun, ternyata semalam Ahok tak tidur di rumah tahanan tersebut, melainkan dibawa ke Mako Brimob, Depok. Di Mako Brimob juga terdapat sel untuk tahanan.

Lantas, mengapa Ahok tiba-tiba dipindahkan ke Mako Brimob? Apakah karena membludaknya massa pendukung Ahok yang memadati halaman depan Rutan Kelas 1 Cipinang?

Tommy Sitohang, penasihat hukum Ahok membenarkan bahwa kliennya dipindahkan ke Mako Brimob. Namun, Tommy mengaku belum mengetahui alasan pemindahan.

Baca juga: Ahok Ditahan, Gerindra Desak Hentikan Kasus Hukum Buni Yani

“Benar Pak Ahok sudah dipindahkan ke Mako Brimob. Jamnya saya enggak tahu karena semalam tidak berada di sana, tetapi memang sudah dipindah,” terang Tommy, Rabu (10/5/2017), dilansir kompas.com.

Meski mengaku tak tahu soal alasan pemindahan, Tommy menyebutkan dua nama yang menyelesaikan urusan kliennya di Rutan Cipinang.

“Alasannya belum tahu, yang urus di Cipinang ada Pak Wayan dan Pak Sirra Prayuna,” lanjutnya.

Sementara itu, usai pembacaan vonis terhadap Ahok, massa pendukung Ahok langsung berunjuk rasa di depan Rumah Tahanan Cipinang, Selasa (9/5/2017).

Ratusan massa pro Ahok ini meminta agar mereka bisa bertemu dengan Ahok sebelum dijebloskan ke penjara. Bahkan, ratusan aparat juga berjaga lengkap dengan peralatan dan mobil penghalau massa di Rutan Cipinang.

Massa kemudian mulai membubarkan diri pada 22.00 WIB setelah mendengarkan imbauan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang kini menjabat sebagi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta.

“Kami percaya apa yang dikatakan Pak Djarot dan akan pulang dengan tertib. Enggak mungkin Pak Djarot bohong karena dia orang dekat dengan Ahok,” ujar Birgaldo Sinaga yang menjadi pimpinan massa.