Ternyata Ikan yang Hidup dalam Kelompok Lebih Pintar dibandingkan yang Hidup Sendiri


© hotel-r.net

SURATKABAR.ID – Mungkin selama ini Anda hanya mengetahui bahwa hanya semut yang menggunakan sistem gotong royong dan saling memberitahu satu dengan lainnya ketika mendapatkan sumber makanan. Ternyata, apa yang dilakukan semut tersebut juga dilakukan oleh ikan yang hidupnya berkelompok.

Menurut penelitian, ikan yang hidup di kolam mungkin hanya memiliki sedikit informasi tentang lingkungan mereka, namun ikan yang hidup berkoloni justru memiliki lebih banyak informasi, karena hewan air ini memiliki kemampuan melakukan pertukaran informasi dengan ikan lain.

Misalnya, beberapa dari mereka mungkin tahu di mana menemukan makanan tapi tidak bagaimana cara mengaksesnya. Sehingga saat berkoloni mereka dapat melakukan kerjasama yang baik.

Dalam serangkaian percobaan yang dilakukan para ilmuwan di Universitas St. Andrews, para peneliti tersebut menemukan jawaban bahwa hewan yang hidup berkoloni dapat bekerjasama untuk mengumpulkan pengalaman mereka agar dapat menyelesaikan masalah secara kolektif, sehingga mampu membuat sebuah solusi tertentu.

Seperti yang dilansir dari BBC.com (18/4/2017), hasil penelitian yang telah dipublikasikan di Nature Ecology & Evolution tersebut mengemukakan bahwa para peneliti untuk mendapatkan jawabannya telah melakukan serangkaian uji coba menggunakan kawanan ikan stickleback.

“Untuk mengatasi pertanyaan ini, kami telah menguji kawanan ikan stickleback yang memiliki perbedaan jumlah dan beberapa kemampuan, di mana mereka harus berlomba untuk menemukan dan mengakses, beberapa makanan yang di sembunyikan,” ungkap Dr Mike Webster dari St Andrews University.

Para peneliti mencoba untuk mengambil salah satu ikan yang hidup berkoloni dan diberikan petunjuk untuk menyelesaikan permasalahan. Sebagai pembandingnya, para peneliti menggunakan kawanan ikan yang memiliki jumlah yang lebih sedikit dan anggotanya sama sekali tidak dilatih dan ikan tunggal yang tidak memiliki keterampilan.

Hasilnya, para peneliti melihat adanya perbedaan yang sangat signifikan antara kelompok-kelompok tersebut di mana kawanan yang memiliki jumlah yang lebih banyak dan memiliki anggota yang terlatih memiliki mekanisme yang lebih cepat untuk menyelesaikan permasalahan.

Akhirnya dengan hasil tersebut, para periset menyimpulkan bahwa kelompok yang lebih besar cenderung mengungguli kelompok yang lebih kecil dan individu tunggal dinilai lebih lambat saat menyelesaikan tugas tertentu.

“Mungkin dari penelitian ini dapat dijadikan pembelajaran yang bisa dipelajari untuk perilaku manusia, dalam melakukan kerjasama dan mekanisme penyelesaian permasalahan di ruang lingkup sosial,” jelas Profesor Kevin Laland, dari Universitas St Andrews.