Misterius! Makluk Sepanjang 1,5 Meter Ini Ternyata Cacing


© telegraph.co.uk

SURATKABAR.ID – Sejauh ini, kira-kira berapa panjang seekor cacing yang pernah Anda temukan? 10 cm? 20 cm? 30 cm? Mungkin panjang cacing yang pernah Anda temukan sampai sekarang masih kalah dengan yang baru-baru ini ditemukan oleh para peneliti gabungan dari Amerika Serikat, Filipina dan Prancis.

Para peneliti tersebut menemukan sebuah cacing raksasa langka di dasar perairan Mindanao, Marine Bay, Filipina. Cacing raksasa lngka yang memiliki nama latin Kuphus polythamia atau juga dikenal dengan nama kampang ini untuk pertama kalinya ditemukan dalam keadaan hidup.

Cacing yang juga memiliki nama latin lain Toredo navalis atau shipworm tersebut memiliki panjang mencvapai 1,5 meter dengan diameter 6 cm berwarna hitam dan sedikit berlendir. Cacing tersebut memiliki habitat di dalam lumpur di dasar lautan.

Untuk melindungi dirinya dari pemangsa atau gangguan lain, maka dia menciptakan sendiri sebuah cangkang keras yang terbuat dari kalsium karbonat berwarna putih pucat, serta sebuah ‘topi’ yang berfungsi untuk menutupi bagian kepalanya.

Kampang tersebut berada di lumpur dan sedimen laut untuk mendapatkan bakteri khusus sebagai bahan makanannya. Ketika diteliti dengan cara membelah tubuhnya, para peneliti menemukan bahwa sistem pencernaan dari cacing raksasa tersebut jauh lebih kecil dibandingkan kampang jenis lainnya.

Dalam sebuah video yang diunggah di BBC.com (18/4/2017), para peneliti nampak berhati-hati sekali ketika pertama kali akan mengeluarkan cacing tersebut dari dalam cangkangnya. Karena cangkangnya keras, maka dibutuhkan peralatan untuk dapat membukanya secara perlahan.

Para peneliti mengungkapkan bahwa cacing tersebut sebenarnya adalah sebangsa moluska yang masuk dalam rumpun sama seperti kerang atau remis. Akan tetapi karena bentuknya memanjang seperti itu, maka dikategorikan dalam keluarga cacing.

“Spesies ini sudah sering ditemui, tapi dalam keadaan mati dan kita tidak tahu harus mencarinya di mana. Penemuan ini sangat menggembirakan karena cacing itu ditemukan masih hidup. Ketika kami membukanya, seperti sedang membuka telur rebus yang lunak,” ungkap Daniel Distel, Chief Author.