Begini Ternyata Rekam Jejak Juan Pablo Pino, Sebelum Melangkah Ke Arema FC


SURATKABAR.ID Juan Pablo Pino tampaknya hanya tinggal selangkah lagi untuk berkostum Arema FC, hal tersebut terungkap setelah pemain asal Kolombia tersebut diketahui telah tiba di Kota Malang pada akhir pekan ini.


 Bahkan dilansir dari JPNN, Kabar itu diapungkan oleh agen Pino, Andres Meza de ReFut, yang mengatakan bahwa Arema akan memperkenalkan Pino sebagai marquee player pada Senin (17/04/2017). Bagi pria kelahiran Cartagena ini, Arema akan menjadi pengalaman ketujuhnya bermain di luar kampung halaman, dan kedua di Asia.

Namun sebenarnya bagainama rekam jejak Pino dan mengapa di usia yang masih bisa dibilang ‘matang’ (30) ia bersedia bermain di Indonesia? Berikut hasil penelusuran Surat Kabar yang telah dirangkum dari berbagai sumber:

Dari laman situs data pemain Transfermrkt, diketahui Juan Pablo Pino merupakan pemain yang sangat rajin berganti –ganti klub.

Mengawali karier profesional nya bersama tim Medelin Kolombia pada tahun 2002-2003, Pino sudah berganti klub sebanyak 9 kali. Saat bersama AS Monaco, Pino lebih sering dipinjamkan ke klub lain, daripada membela tim yang kini jadi penghuni papan atas Liga Prancis tersebut.

Baca juga:  Wow! Jelang Tantang Persib, Arema Kontrak Eks Gelandang Serang AS Monaco?

Tercatat saat berkostum AS Monaco, pemain yang punya 3 caps bersama timnas Kolombia ini telah dipinjamkan ke Charleroy dan juga Galatasaray, sebelum akhirnya klub yang disebutkan terakhir ini mematenkan Pino.

Nasib Pino di tim raksasa Turki ini ternyata tidak jauh berbeda.  Ditransfer dengan nilai 3juta Euro dari Monaco, terbukti dia tidak mampu menembus skuat utama Galatasaray, dan akhirnya dipinjamkan ke klub Arab Saudi Al Nasr di tahun 2012.

Setelah 6 bulan bersama Al Nasr, Pino pun kembali ke Galatasaray, namun tampaknya ia sudah tidak mendapatkan tempat, sehingga akhirnya dijual ke klub Turki lainnya, Mersin IY.

Namun senada dengan di beberapa klub sebelumnya, karier Pino di Mersin pun tak begitu mulus, ia hanya 2 bulan disana, sebelum akhirnya dilepas dan menganggur selama 4 bulan hingga akhrnya  direkrut tim papan atas Yunani, Olympiacos pada Januari 2013.

Baru setengah musim memperkuat Olympiacos, lagi –lagi Pino harus dipinjamkan ke klub lain. Kali ini ia memilih pulang kampung bersama Medelin Independiente.

Kembali dari masa peminjamannya di Medelin, Pino langsung dilepas oleh Olympicos pada musim 2014, dan kembali ke Liga Prancis bersama SC Bastia.

Bersama Bastia ternyata perjalanan aksi Pino juga tidak bisa dibilang sukses. Bergabung pada Bulan Agutus 2014, Pino sudah harus menanggalkan kostum SC Bastia pada Januari 2015, dan menganggur selama hampir 2 tahun.

Baca juga: Mengejutkan! Begini Komentar Kapten Arema Soal Marquee Player

Hingga pada akhirnya  mantan winger Timnas Kolombia U-21 ini bergabung bersama klub Peru Universitario di Bulan Agustus 2016, namun bersama Universitario langkah Pino juga tidak maksimal, setelah kontraknya diputus pada Januari 2017 yang lalu dan hanya bermain sebanyak 6 kali dan mencetak 1 gol.

Seperti dilansir dari situs Peru Libero.pe, Pino harus angkat kaki dari Universitario karena, adanya hukuman dari federasi setempat, akibat dugaan pelanggaran standar bermain yang mana tuntutan ini djiajukan oleh klub Peru lainnya Alianza Lima.

Bahkan seperti dikutip dari situs Peru lainnya, Amerikatv.com.pe, akibat pelanggaran peraturan tersebut, tim Universitario harus dihukum kalah 3-0 dari Alianza Lima, karena diketahui memainkan pemain ilegal.

Menurut situs olahraga lainnya, El comercio, Alianza menganggap status Pino ilegal, karena ia diketahui tidak memiliki klub selama 3 bulan terakhir sebelum bergabung bersama Universitario. Dimana hal ini merupakan pelanggaran di Peru, khususnya untuk pemain senior (di atas 25 tahun dan berstatus asing).

Sementara terkait dengan kariernya yang tidak maksimal di Eropa, dilansir dari Futbolred, Pino yang saat itu baru datang di Universitario mengaku memang ada tindakan indispliner yang dilakukan, namun itu semua karena ia terlalu muda datang ke Eropa.

“Aku datang siap (bermain untuk Uneversitario), saya datang ke Eropa pada usia 19, saya adalah seorang anak yang tinggal sendiri, langkah-langkah  salah saya lakukan dalam karier terdahulu. Itu yang memang terjadi, ketidak disiplinan. Kini Univesiatrio memberikan kesempatan kedua dalam karier sepak bola dan saya akan membayarnya dengan prestasi,” kata Pino kepada media  setempat saat itu.

Kini Pino tampaknya akan membuka ‘lembaran’ karier baru lagi bersama Arema FC, semoga saja memang Pino bisa memberikan yang terbaik bagi Arema dan sepak bola Indonesia umumnya, sebagai Marquee Player.

 

Komentar

komentar


Terpopuler