BJ Habibie Jadi Muslim Paling Cerdas di Dunia yang Masih Hidup


SURATKABAR.ID – Prof. Dr.Ing. Dr. Sc.h.c. Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih dikenal sebagai BJ Habibie merupakan salah satu tokoh yang cukup populer di mata masyarakat Indonesia.

Bukan hanya atas prestasinya yang sangat membanggakan, kisah cintanya dengan almarhumah Hasri Ainun Habibie pun membuat banyak orang bersimpati dan penasaran akan kisah hidupnya.

BJ Habibie juga memiliki jasa yang sangat besar bagi Indonesia, terutama dalam bidang kedirgantaraan. Tak mengherankan jika kemudian nama BJ Habibie masuk dalam daftar 10 besar tokoh dunia dengan IQ 200.

Hal ini juga membuktikan bahwa BJ Habibie merupakan tokoh Muslim paling cerdas di dunia. Kecerdasan BJ Habibie tak hanya diakui oleh masyarakat Indonesia, tapi juga dunia.

Baca juga: Seperti Ini Pendapat BJ Habibie Soal Kaitan Isalam Nusantara dengan Negara China

Berikut prestasi BJ Habibie yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional:

Penemu Teori Habibie ‘Krack Progression’

Pria yang pernah menjabat sebagai Presiden Rapublik Indonesia ini┬ádikenal juga sebagai Mr. Krack. Julukan tersebut didapatkan Habibie setelah dirinya berhasil menemukan teori ‘Krack Progression’ yang bisa menghindari pesawat jatuh saat terbang.

Predikat ‘Suma Cuma Laude’

Pada tahun 1965 Habibie berhasil menyelesaikan studi Doctor Ingenieur-nya dengan predikat ‘suma cuma laude’. Atas predikat tersebut, Habibie kemudian dipercaya menjabat sebagai Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Analisis Struktur di Hamburger Flugzeugbau (HFB).

Tak berhenti sampai disitu, Habibie berhasil memecahkan masalah kestabilan konstruksi bagian belakang pesawat Fokker 28 hanya dalam waktu enam bulan.

Menjabat Direktur di MBB

MBB alias Messerschmitt Boelkow Blohm Gmbh merupakan sebuah perusahaan pesawat terbesar yang bermarkas di Hamburg. Pada tahun 1974, Habibie menjabat sebagai Direktur Teknologi MBB dimana ia menjadi orang berkebangsaan diluar Jerman yang mampu menduduki posisi kedua tertinggi di MBB.

Sejumlah Penghargaan dan Gelar Kehormatan

Di tahun 1992 Habibie berhasil menyabet penghargaan Award von Karman yang setara dengan hadiah Nobel di bidang kedirgantaraan. Dua tahun kemudian, Habibie kembali menerima penghargaan berupa Edward Warner Award.

Tak hanya itu, Habibie juga memperoleh gelar Doktor Kehormatan (Doctor of Honoris Causa) dari sejumlah universitas terkemukan di dunia, termasuk Cranfield Institute of Technology dan Chungbuk University.

Baca juga: Bertemu Ahok-Djarot, Ini Permintaan Khusus Pak Habibie

Benar-benar prestasi yang luar biasa dan menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia, bukan?


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler

Loading...

Berita sebelumyaPresiden Jokowi Jadikan 15 Februari 2017 Sebagai Libur Nasional
Berita berikutnya2 Kali Mangkir, Rizieq Sebut Dirinya Siap ke Polda Jabar