Kasus Makar Ditangani Polisi, Kivlan Zein: Wiranto Ingin Saya Masuk Penjara


kivlan-zein

SURATKABAR.ID – Tuduhan makar yang ditujukan pada Mayor Jenderal (Purn) TNI Kivlan Zein dan sejumlah tokoh lain belum juga menemukan titik terang. Bahkan, penyelidikan kasus ini tak juga usai.

Kivlan merasa dirinya dituduh dengan dugaan makar karena ada pihak-pihak yang menginginkannya masuk penjara. Bukan hanya menyesalkan tuduhan tersebut, Kivlan juga menyebut Wiranto merupakan salah satu orang yang mengincarnya.

“Ada pihak-pihak yang ingin saya masuk penjara. Boleh jadi Wiranto,” tutur Kivlan pada pimpinan DPR di Jakarta, Selasa (10/1/2017), dikutip dari viva.co.id.

Kivlan juga yakin bahwa tersangka yang dianggap makar ini tak melakukan apa yang dituduhkan. Sebab, menurutnya definisi makar sangatlah jelas, yakni melakukan pengkhianatan pada negara, menjual negara, dan dilakukan dengan bersenjata.

Kivlan juga merasa heran karena kasus ini ditangani oleh pihak kepolisian. Harusnya, kasus makar ditangani oleh TNI.

“Dalam Undang Undang Kepolisian disebut polisi menangani keamanan dalam negeri dan masalah kriminal. Kalau ini disebut makar maka tugas TNI, bukan polisi,” jelas Kivlan.

Kivlan juga mengaku bahwa selama pemeriksaan yang dijalaninya, tak ada pertanyaan terkait makar. Padahal, tuduhan yang dialamatkan padanya merupakan dugaan makar.

Menurutnya, ia diatanya mengenai kedudukan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, apakah keduanya merupakan presiden dan wakil presiden yang sah menurut konstitusi.

“Ini karena ketakutan masalah demo 2 Desember. Saya tanya Habib Rizieq apakah akan bawa massa ke MPR. Tak ada. Tak ada kaitannya. Itu hanya semacam fobia melihat hantu. Paranoid. Ini kan lampau wewenang, jadi Kapolri jangan sembarang gunakan hak diskresi. Nanti sama dengan Soeharto,” ungkapnya.

Kasus dugaan makar ini memang berawal dari Aksi Super Damai 2 Desember 2016 lalu. Tak sedikit tokoh yang dituding melakukan makar dan ingin menggulingkan presiden.

Komentar

komentar


Terbaru

Fakta-Fakta Ini Buktikan Keseriusan Susno Duadji Maju Pilgub

SURATKABAR.ID – Komjen Pol (Purn) Susno Duadji yang merupakan mantan Kabareskrim Polri tampaknya serius maju ke Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan. Diantara beberapa kandidat calon...

PAN Tak Mau Dukungannya Kepada Jokowi Dibarter dengan UU Pemilu

SURATKABAR.ID - Aksi walk out Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dalam sidang paripurna yang memutuskan UU Pemilu beberapa hari lalu menunculkan pertanyaan banyak pihak...

Menristekdikti Beri Dua Pilihan Ini Kepada Dosen dan Pegawai PTN Anggota HTI

SURATKABAR.ID – M Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) menyebutkan jika akan memanggil rektor perguruan tinggi di seluruh Nusantara dalam waktu dekat ini....

Biadab, Polisi Tendang Pria Sedang Salat, 3 Tewas, Ratusan Lainnya Luka-Luka

SURATKABAR.ID – Penutupan dan pengamanan ekstra ketat yang diberlakukan setelah adanya aksi penembakan yang menewaskan dua polisi oleh tiga orang Arab yang berlokasi di...

Gerindra Serukan Masyarakat Indonesia untuk Boikot Pilpres 2019, Apakah Anda Setuju?

SURATKABAR.ID – Arief Poyuono, selaku Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menyerukan agar seluruh warga negara Indonesia memboikot pelaksanaan Pilpres 2019 nanti. Hal tersebut dilakukan...

Peta Baru NKRI Dirilis, Inilah 4 Perbedaan dengan Versi Sebelumnya

SURATKABAR.ID – Jumat (14/7/2017), Kementerian Koordinator Kemaritiman meluncurkan peta NKRI yang telah diperbaharui. Seperti yang tertera di laman resmi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman,...

Perppu Ormas, Semua Anggota HTI Bisa Dipidana Seumur Hidup

SURATKABAR.ID - Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) baru saja disahkan. Namun, tak sedikit...