‘Desa Tiongkok’ Digerebek di Tengah Hutan di Jawa Barat

desa-tiongkok

SURATKABAR.ID – Kasus Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal asal Cina belum juga selesai. Setelah beberapa kasus sebelumnya, kini lagi-lagi Kantor Imigrasi Kelas II menemukan hal serupa.

Petugas yang tergabung dalam Kantor Imigrasi Kelas II Bogor berhasil menyisir ratusan TKA asal Cina yang diduga membangun sebuah Desa Tiongkok di kawasan tambang Emas dan Galena, Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Dilansir jawapos.com, 20 petugas yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bogor, Herman Lukman, melakukan penggerebekan pada Selasa (10/1/2017) pukul 08.00 WIB.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas imigrasi juga didampingi petugas kepolisian bersenjata. Mereka menggerebek perkampungan Tiongkok yang terletak di perbukitan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Sebelum menjalankan misi, petugas terlebih dahulu di-briefing dan dibagi menjadi dua tim untuk menyisir dua lokasi berbeda.

Setibanya di lokasi, terlihat jelas kertas berwarna merah yang berisikan tulisan Mandarin. Petugas yang beraksi, menyebabkan beberapa Warga Negara Asing (WNA) asal Cina ini melarikan diri.

“Ada sembilan orang kabur. Kita berhasil tangkap,” ungkap Herman sambil terengah usai melakukan penggerebekan, dikutip dari jawapos.com.

Tak berhenti disitu, salah seorang TKA asal Cina yang berhasil ditangkap ini mencoba menyuap petugas dengan mengeluarkan segepok uang lembaran bergambar Soekarno-Hatta.

Sementara itu, di lokasi lainnya, sepertinya para WNA asal Cina ini telah terlebih dahulu kabur. Bahkan, menurut penuturan warga sekitar, Riski (28), suasana asrama saat itu memang sangat sepi, berbeda dengan hari-hari sebelumnya.

“Tadi banyak orang. Tapi gak tahu kemana, kabur ke atas (bukit) atau ke bawah,” tuturnya menggunakan bahasa Sunda.

Dugaan petugas, razia kali ini kemungkinan bocor sehingga TKA berhasil melarikan diri sebelum penggerebekan.

Herman mengungkapkan, TKA ini sebenarnya masuk dari jalur resmi, namun mereka menyalahgunakan izin tinggal.

“Ada belasan tanpa paspor, sisanya punya kelengkapan. Rata-rata mereka pelerja tambang. Bisa dikenai Pasal 116 tentang penyalahgunaan dokumen,” jelas Herman.

 

Komentar

komentar


Terbaru

Louis Van Gaal Pensiun, Inilah Alasannya

SURATKABAR.ID – Selasa (17/01/2017), Louis van Gaal memutuskan mengakhiri sepak terjangnya sebagai kontributor sepakbola. Setelah menerima penghargaan dari pemerintah Kerajaan Belanda, ia mengatakan tidak...

Jurnalis Asing Ini Sebut Panglima TNI sebagai Jenderal Paranoid

SURATKABAR.ID – John McBeth, seorang jurnalis dan penulis asal Selandia Baru menyebutkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai jenderal paranoid. Hal ini dituliskan dalam...

Pelantikan Donald Trump Diwarnai Aksi Boikot Anggota Kongres

SURATKABAR.ID - Jelang Jumat (20/01/2017), Amerika Serikat akan melantik presiden mereka yang baru, Donald Trump. Namun setidaknya hingga saat ini, tercatat sudah 26 orang...

Dibully Karena Dukung Ahok, Begini Sikap Maia

  SURATKABAR.ID - Pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta yang akan dihelat per tanggal 15 Februari 2017 membuat suasana kompetitif semakin memanas saja. Bukan hanya ramai...

Kasihan! Para Tamu Sudah Berdatangan Tapi Pengantin Pria Ditemukan Tewas

SURATKABAR.ID – Windi Kelvin (26), seorang calon pengantin laki-laki yang seharusnya menikahi Miftahull Jannah, ditemukan meninggal dunia di tempat kosannya di Jl. Pengadilan Tinggi,...

Mengejutkan! Inilah yang Dilakukan Tentara Saat FPI Demontrasi 161

SURATKABAR.ID - Sebuah video pendek memperlihatkan perlakuan beberapa personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada anggota Front Pembela Islam (FPI) yang sedang melangsungkan unjuk rasa...

Akun Twitter Habib Rizieq Diblokir, Ini Pihak yang Dianggap Bertanggung Jawab Oleh FPI

  SURATKABAR.ID - Secara mengejutkan akun media sosial Twitter Petinggi Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah ditangguhkan alias di suspend. Tidak hanya milik...