Habib Rizieq Kembali Dipolisikan, Kali Ini Karena Masalah Logo Palu Arit di Uang Baru


habib-rizieq


SURATKABAR.ID – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kembali dilaporkan ke polisi. Kali ini Habib Rizieq dipolisikan atas ceramahnya mengenai logo palu arit di uang baru yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI).

Seperti dilansir dari jpnn.com, Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF) adalah pihak yang melaporkan Hbib Rizieq.

Perwakilan JIMAF Herdiyan Saksono menyatakan jika pelaporan tersebut berdasarkan video pidato Habib Rizieq yang diunggah di YouTube oleh akun FPI TV pada 25 Desember 2016.

Ia menyatakan jika pada rekaman video itu, Habib Rizieq diduga melakukan hasutan.

“Rizieq dalam isi ceramahnya yang beredar luas bahkan secara terang-terangan merangkai cerita adanya logo PKI dalam uang terbaru dengan menuding sebagai kesalahan pemerintah. Kami merasa perlu mengambil sikap,” ucapnya usai membuat laporan di Polda Metro Jaya, Minggu (8/1/2017).

JIMAF menyampaikan laporan tersebut pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Pada laopran yang teregister dengan nomor LP 92/I/2017/PMJ/Ditreskrimsus itu, Habib Rizieq dituduh menyebarkan kabar bohong kebencian bermuatan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) yang nyata-nyata dilarang dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Rizieq nyata-nyata meresahkan dan diduga merupakan bentuk penghasutan, fitnah dan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya yang dapat menimbulkan perpecahan bangsa ditengah panasnya isu SARA,” tuturnya.

Sebelumnya, Habib Rizieq juga dilaporkan oleh berebagai pihak. Salah satu laporan sebelumnya adalah ceramah Habib Rizieq yang dianggap menghina keyakinan umat kristiani.

Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) melaporkan Habib Rizieq pada Senin (26/12/2016).

“Kami melaporkan Habib Rizieq, Fauzi Ahmad, dan Saya Reza terkait penistaan agama,” kata Ketua Umum PP PMKRI Angelo Wake Kako kepada wartawan di Gedung Palayanan Satu Atap, Polda Metro Jaya, dikutip dari detik.com.


BAGIKAN

Berita sebelumyaAkhirnya PKS Buka Suara Mengenai Tawaran Jatah Menteri
Berita berikutnyaRidwan Kamil Jatuh Sakit, Begini Kondisi Terakhirnya

Komentar

komentar


Terbaru

Fahri Hamzah Ngantor Di DPR Pakai ‘Seragam’ Gerindra, Ternyata Begini Respon Fadli Zon

SURATKABAR.ID - Entah jadi sinyal atau sekedar kebetulan, tapi Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah disebut sudah seperti kader Partai Gerindra.Fahri sendiri saat ini...

Politikus PDIP Kompak Menolak, Kenapa Jokowi Malah Dukung Nobar Film G30S/PKI?

SURATKABAR.ID - Instruksi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk melakukan nonton bareng atau pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI memang meimbulkan polemik. Meski begitu, Presiden Joko Widodo...

Panglima TNI Sebut Akan ada 5 Ribu Senjata Masuk Secara Ilegal, Anggota DPR Singgung...

SURATKABAR.ID - Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai masuknya 5 ribu senjata ilegal ditanggapi serius oleh sejumlah pihak. Diantaranya adalah Wakil Ketua Umum...

Pemutaran Film G30S/PKI Bisa Jadi Pisau Bermata Dua untuk Gatot Nurmantyo

SURATKABAR.ID – Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika menyebutkan jika instruksi pemutaran film penumpasan Pengkianatan G30S/PKI merupakan pisau bermata dua bagi popularitas dan elektabilitas...

Pernah Menjabat 2 Kali Ikuti Jejak Ayahnya, Inilah Wali Kota Cilegon TB Iman Ariyadi...

SURATKABAR.ID – Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepala daerah kembali dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada Sabtu (23/9/2017) dini hari tadi, Wali Kota Cilegon, Tubagus...

Soal Film G30S/PKI, Try Sutrisno Beri Pesan ke Panglima TNI

SURATKABAR.ID - Ramainya perbincangan publik mengenai polemik pemutaran film penghiatan G30S/PKI yang telah diintruksikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mendapatkan komentar dari Mantan...

Jokowi Ingin Ada Film G30S/PKI Versi Baru, Begini Jawaban Tegas Panglima TNI

SURATKABAR.ID - Rencana nonton bareng film G30S/PKI menjadi sorotan akhir-akhir ini. Beberapa pihak memberikan dukungan, sementara yang lain menolak dengan alasan tak sesuai dengan...