Akhirnya PKS Buka Suara Mengenai Tawaran Jatah Menteri


jokowi-hidayat


SURATKABAR.ID – Terhembusnya isu mengenai adanya perombakan kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) angkat bicara. Hal tersebut berkaitan dengan kabar yang beredar dimana disebutkan PKS akan mendapatkan jatah menteri pada reshuffle jilid ketiga itu.

Seperti diwartakan oleh detik.com, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menegaskan jika PKS adalah oposisi loyal, sehingga tidak perlu memberikan tawaran jabatan di pemerintahan.

“Pejabat-pejabat tingkat nasional semestinya menjadi contoh tapi malah menjadi heboh dengan pernyataan saling lempar tanggungjawab sana sini. Orang kadang jadi bingung, jadi ini siapa yang harus kita teladani, siapa yang harus kita jadikan rujukan, sehingga kadang-kadang orang-orang jadi antipati tentang kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Hidayat di sela-sela acara Maulid Nabi Muhammad SAW di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang No 82, Jakarta Selatan, Minggu (8/1/2016).

HIdayat memberikan contoh mengenai isu reshuffle yang berhenbus belakangan ini. Ia menyebutkan jika Presiden megeaskan tidak ada reshuffle, tetapi masih saja PKS ditanya mengenai adanya peluang masuk kabinet.

“Sekarang ini lagi ribut-ribut tentang reshuffle kabinet, ada yang kemudian menghubungi PKS, tanya PKS, jadi gimana PKS katanya mau dimasukin ke dalam kabinet. Terimakasih ajakan-ajakan semacam itu, kalaupun ada silakan berikan kepada rekan-rekan yang sudah berkeringat,” kata Hidayat.

Mantan Presiden PKS tersebut menyatakan jika diantara pihak-pihak yang kini di koalisi pemerintahan masih ada yang masih menginginkan jatah tambahan.

“Karena banyak di antara mereka masih minta tambahan menteri, masih kurang menterinya, diberikan kepada mereka saja, nggak usah diberikan kepada PKS. PKS sudah memutuskan untuk di luar kabinet. Allahuakbar!” tegas Wakil Ketua MPR RI ini.

Hidayat menutup penyataanya dengan penegasan posisi PKS dalam politik nasional. Ia menyatakan jika PKS akan tetap konsisten sebagai partai yang berada di luar pemerintahan.

“Posisi kita bukan hanya ingin beda tapi kita dalam posisi yang disebutnya sebagai oposisi loyal. Yang baik kita dukung, yang buruk kita kritisi,” pungkasnya.

Komentar

komentar


Terbaru

Tifatul Doakan Jokowi Makin Gemuk, PKB Gempar. Kenapa?

SURATKABAR.ID - Politikus PKS Tifatul Sembiring menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) makin kurus. Untuk itu, Tifatul berdoa agar Jokowi digemukkan. Namun, bukannya mengamini doa Tifatul,...

Tampil Beda dengan Baju Adat Bugis Makassar, Begini Isi Pidato Presiden Jokowi di Sidang...

SURATKABAR.ID – Dalam sidang tahunan MPR 2017 yang baru saja digelar, tampak ada yang berbeda pada penampilan Presiden RI Ir. Joko Widodo. Jika pada...

Ini Sebabnya PKS Minta Pembangunan Gedung DPR Ditunda

SURATKABAR.ID – Sohibul Iman yang merupakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menganggap pembangunan Gedung DPR bukan merupakan prioritas. Ia memahami adanya kebutuhan anggota DPR...

SBY Berharap Jokowi, Dan Presiden RI Selanjutnya Bisa Sesukses Dirinya

SURATKABAR.ID - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden keenam Republik Indonesia, menyatakan setiap pemimpin negara, seperti juga presiden di Indonesia, khususya, haruslah bisa memberikan pengaruh...

Saat Menpora ‘Goda’ Najwa Shihab di Tengah Santernya Isu Reshuffle

SURATKABAR.ID – Imam Nahrowi, Menteri Pemuda dan Olah Raga sempat melontarkan candaan bernuansa politik terhadap Najwa Shihab. Candaan Menpora tersebut seorang menggoda Najwa Shihab...

Susi Pudjiastuti: Sudah Kami Viralkan, PT Pelni Malu dan Sudah Minta Maaf

SURATKABAR.ID – Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia menyebutkan jika pihaknya sudah tidak perlu lagi menegur PT Pelni atas tindakan salah satu petugasnya...

Tolak Full Day School, KH. Hasyim Asyari dan KH. Ahmad Dahlan Dibesarkan oleh Madrasah

SURATKABAR.ID – Selasa (15/8/2017) para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sleman yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Madrasah (KMPM) melakukan aksi demo untuk menolak kebijakan...