Salut! Anak Pedagang Ayam Ini Raih Gelar Doktor di Usia 29 Tahun


000surabayaSURATKABAR.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya kembali melepas kelulusan 91 mahasiswa. Kewisudaan kali ini meluluskan bukan hanya mahasiswa dengan gelar sarjana melainkan juga doktoral. Dari total 91 mahasiswa tersebut, diketahui sebanyak 71 wisudawan mendapatkan gelar sarjana strata 1 (S1), 11 mahasiswa berhasil mendapatkan gelar S2 (Strata 2) dan sisanya, 9 wisudawan mendapatkan gelar doktoral Strata 3 (S3).


Uniknya diantara kesembilan wisudawan yang berhasil mendapatkan gelar doktoralnya, terdapat seorang pemuda 29 tahun bernama Azhar. Usianya yang belum juga menginjak kepala tiga tentunya mashi terbilagn sangat muda mengingat prestasi akademis yang telah diraihnya. Apalagi Azhar diketahui meraih meraih predikat cum laude atau sangat memuaskan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 3,75.

Seperti direportasekan oleh repblika.co.id, Azhar adalah anak dari pasangan Bapak Muhdar Ibrahim dan Ibu Jaenab Muhammad.  Muhdar, sang ayah, berprofesi sebagai pedagang ayam di Pasar Tradisonal Tente, Bima Nusa Tenggara Barat (NTB). Walaupun orang tuanya berprofesi sebagai pedagang ayam, hal ini sedikit pun tidak menyurutkan tekad Azhar dalam meraih gelar akademik yang setinggi-tingginya.

“Di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan,” demikian kalimat inspiratif Azhar yang disampaikannya melalui Republika.co.id, Minggu (08/01/2017).

Kecemerlangan otak Azhar serta ketekunannya membuat ia berhasil menyelesaikan studinya berkat Beasiswa BPP Diktis Kementerian Agama. Ternyata Azhar juga pernah mendapatkan beasiswa Short Course Community Outreach (SCCO) dari Subdit Penelitian Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Diktis Kemenag ke Kanada pada 2014.

Berbekal semangat belajar yang tinggi, rupanya wisudawan ini juga berniat untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang post doktoral. “Pendidikan itu sepanjang hayat,” ungkap Azhar.

Setelah kelulusan wisuda ini, Azhar berniat untuk kembali terlebih dahulu ke kampung halamannya di Bima, NTB. Menurutnya, jumlah sumber daya manusia di Bima terutama lulusan doktoral yang kembali ke daerah masih sangat minim. Sedangkan Azhar sendiri merupakan pakar di bidang pendidikan agama Islam. Ia rupanya bertekad untuk berbakti kepada nusa dan bangsa.

“Saya ingin mengabdikan diri dan membangun tanah kelahiran saya, meningkatkan sumberdaya di Bima, sebab Bima masih menjadi daerah tertinggal dibandingkan daerah lainnya,” ujarnya.

Abdul A’la selaku Rektor UIN Sunan Ampe berharap lulusan UINSA Surabaya dapat mengabdikan diri di masyarakat dengan integritas tinggi. Apalagi mengingat UINSA dikenal sebagai kampus yang dekat dengan masyarakat.

“Kita dekat dengan masyarakat, UINSA meraih penghargaan Best Community Patners dari Wali Kota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini,” kata A’la.

Selain berintegritas, A’la juga mengharapkan wisudawan dapat berkomunikasi yang baik di masyarakat. “Walau bagaimanapun kita membutuhkan bantuan orang lain, kita tidak bisa hidup sendirian di masyarakat,” tukasnya.

A’la juga meminta agar wisudawan senantiasa selalu menjaga keutuhan NKRI.

“NKRI merupakan rahmat yang harus kita syukuri,” demikian A’la menutup pembicaraan.

Komentar

komentar


Terpopuler