Benarkah Bukan Kutai, Kerajaan Tertua di Indonesia?


sejarah-kandis


SURATKABAR.ID Selama ini kita selalu menganggap kalau kerajaan tertua di Nusantara adalah kerajaan Kutai di Kalimantan. Kerajaan yang berdiri pada abad ke-4 itu ternyata bukanlah yang tertua.

Namun ternyata sejumlah penelitian mulai membuktikan bahwa di kawasan Sumatera masih ada satu kerajaan tertua bernama kerajaan Kandis yang diperkirakan berdiri pada awal tahun masehi atau abad ke-1.

Meski banyak orang meyakini kalau kerajaan Kandis yang tertua di dunia. Beberapa peneliti masih meragukan keberadaan kerajaan ini.

Keraguan ini terjadi, karena penelitian dan jejak sejarah dari kerajaan ini masih belum banyak dilakukan, serta tidak bisa ditemukan secara nyata hingga detik ini.

Lantas seperti apa Kerajaan Kandis yang dipercaya sebagai kerajaan tertua itu? Mari kita simak penjelasan berdasarkan berbagai sumber yang dirangkum Surat Kabar.ID

Tidak ada yang tahu secara pasti kapan sebenarnya kerajaan ini berdiri. Tapi banyak kalangan memperkirakan kerajaan ini berdiri pada abad ke-1 masehi.

Kerajaan ini  diperkirakan berdiri di kawasan Lubuk Candi atau lebih tepatnya di pinggiran Sungai Batang Kuantan. Kerajaan ini berdiri sendiri dan tidak didukung oleh kekuatan dari kerajaan lain di Sumatera.

Penyebab kerajaan ini bisa terus berdiri dan bertahan adalah suburnya tanah pertanian di sana.

legenda rakyat setempat menyebutkan  Dua tokoh yang sering disebut sebagai raja kerajaan ini adalah Patih dan Tumenggung.

Alkisah Maharaja Diraja, pendiri kerajaan ini, sesampainya di Bukit Bakau membangun sebuah istana yang megah yang dinamakan dengan Istana Dhamna. Putra Maharaja Diraja bernama Darmaswara dengan gelar Mangkuto Maharaja Diraja (Putra Mahkota Maharaja Diraja) dan gelar lainnya adalah Datuk Rajo Tunggal (lebih akrab dipanggil).

Datuk Rajo Tunggal memiliki senjata kebesaran yaitu keris berhulu kepala burung garuda yang sampai saat ini masih dipegang oleh Danial gelar Datuk Mangkuto Maharajo Dirajo. Datuk Rajo Tunggal menikah dengan putri yang cantik jelita yang bernama Bunda Pertiwi.

Kehidupan ekonomi kerajaan Kandis ini adalah dari hasil hutan seperti damar, rotan, dan sarang burung layang-layang, dan dari hasil bumi seperti emas dan perak.

Daerah kerajaan Kandis kaya akan emas, sehingga Rajo Tunggal memerintahkan untuk membuat tambang emas di kaki Bukit Bakar yang dikenal dengan tambang titah, artinya tambang emas yang dibuat berdasarkan titah raja.

Sampai saat ini bekas peninggalan tambang ini masih dinamakan dengan tambang titah.

Hasil hutan dan hasil bumi Kandis diperdagangkan ke Semenanjung Melayu oleh Mentri Perdagangan Dt. Bandaro Hitam dengan memakai ojung atau kapal kayu.

Dari Malaka ke Kandis membawa barang-barang kebutuhan kerajaan dan masyarakat. Demikianlah hubungan perdagangan antara Kandis dan Malaka sampai Kandis mencapai puncak kejayaannya.

Menteri perdagangan Kerajaan Kandis yang bolak-balik ke Semenanjung Malaka membawa barang dagangan dan menikah dengan orang Malaka.

Sebagai orang pertama yang menjalin hubungan perdagangan dengan Malaka dan meninggalkan cerita Kerajaan Kandis dengan Istana Dhamna kepada anak istrinya di Semenanjung Melayu.

Seiring dengan berjalannya waktu, kerajaan di sekitar Kandis mulai bermunculan dan menyerang wilayahnya.

Dalam sejarah diceritakan kalau kerajaan ini akhirnya diserang oleh masyarakat Jambi. Meski kalah, kerajaan baru bernama Kuantan muncul menggantikan Kandis di lokasi yang sama.

 

 

Komentar

komentar