Kasus Makar, Polisi Periksa Permadi


permadi


SURATKABAR.ID Aksi 212 atau disebut juga dengan Aksi Super Damai 2 Desember 2016 memang telah lama berlalu. Namun, penyelidikan upaya makar dalam aksi tersebut masih terus berlanjut.

Kini, giliran politikus Partai Gerindra Permadi yang dipanggil polisi. Pria berusia 76 tahun ini menjalani pemeriksaan selama delapan jam di Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya pada Jum’at (16/12/2016).

Menurut Permadi, penyelidikan terhadap dirinya berkaitan dengan dugaan keterlibatannya dalam rencana makar yang dituduhkan pada Sri Bintang Pamungkas.

“Intinya, saya dijadikan saksi kasus Mas Sri Bintang Pamungkas,” tutur Permadi seperti dilansir tempo.co.

Permadi yang baru keluar dari ruang penyelidikan pada 17.30 ini mengaku dirinya tak banyak tahu mengenai rencana makar Sri Bintang. Ia juga mengaku tak pernah mengikuti rapat terkait rencana makar dalam aksi 212.

Meski begitu, Politikus Gerindra ini mengaku dirinya hadir dalam pertemuan di Universitas Bung Karno bersama Sri Bintang. Namun, yang dibahas bukanlah rencana makar melainkan tentang Undang-Undang Dasar 1945 yang harus diamandemen dan dikembalikan ke versi aslinya.

Permadi menambahkan, pertemuan seperti yang dihadirinya tersebut tak bisa dikatakan sebagai upaya makar.

“Kalau memang mengembalikan ke yang asli disebut makar, ya saya termasuk makar dong,” tegasnya.


Tak hanya Permasi, Buni Yani yang menyebarkan video Ahok ketika di Kepulauan Seribu dan musikus Ahmad Dhani juga akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus makar tersebut.

Namun, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, menyebut hanya Permadi yang memenuhi panggilan Polda tersebut.

Hingga kini, dari delapan orang tersangka yang diduga terkait upaya makar untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo, hanya Sri Bintang Pamungkas yang masih ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Loading...

Komentar

komentar


Berita Terpopuler