Agus Menang Ganteng Tapi Kalah Wawasan Dibanding Ahok dan Anis


agus-menang-ganteng-tapi-kalah-wawasan-dibanding-ahok-dan-anis


SURATKABAR.ID – Lembaga Survei Indonesia atau yang dikenal dengan LSI melakukan survei untuk mengukur pandangan masyarakat luas mengenai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta. Survei tersebut telah dilakukan pada 3-11 Desember 2016.

Dodi Ambardi, selaku Direktur Eksekutif LSI menyebutkan jika 90 % responden mengatakan jika Basuki Tjahja Purnama atau Ahok memiliki pengetahuan yang luas. Selanjutnya untuk Anies Baswedan, sebanyak 87 % reponden menilai dia memiliki wawasan yang luas. Dan sementara untuk Agus Harimurti Yudhoyono, 81 % reponden menilainya merupakan sosok yang cerdas dan berwawasan luas.

Dari data tersebut bisa dilihat jika Agus Yudhoyono dinilai tidak terlalu pintar dibandingkan kedua pesaingnya, Ahok dan Anies.

“Itu data yang didapatkan dari survei kita (LSI),” papar Dodi bertempat di Hotel Century, Senayan, Jakarta, pada Kamis (15/12/2016), dikutip dari Jawapos.com.

Tidak hanya melakukan survei dengan faktor kepandaian saja, LSI juga memberikan hasil tingkat perhatian dari masing-masing calon. Dan hasilnya sudah bisa ditebak, Ahok menduduki peringkat tertinggi untuk perhatian kepada masyarakat di Jakarta. Ahok mendapatkan raihan sebesar 67 %, sedangkan Anies 63 %, sementara Agus 50 %.

Selanjutnya, untuk masalah kejujuran dan bersih dari tindakan korupsi, Ahok masih unggul dibandingkan kedua pesaingnya. Ahok mendapatkan raihan sebesar 63 %, sedangkan untuk Agus  51 %. Dan untuk Anies sebesar 57 %. Meskipun Agus bisa dibilang kalah dalam beberapa survei, putra sulung SBY ini juga memiliki satu keunggulan dibandingkan dengan Ahok dan Anies.

“Agus bagus di penampilan. Menarik dan ganteng dapat 86 persen. Ketegasan dan wibawa Agus kalah dengan Ahok,” kata Dodi, dilansir dari Merdeka.com.

Sekedar informasi, LSI mengambil responden sebanyak 800 orang dengan menggunakan metode multistage random sampling. Metode tersebut memiliki toleransi kesalahan kurang dari 3.5 % dengan tingkat kepercayaan 95 %. Sample diambil dari responden dari berbagai masyarakat di seluruh kecamatan di Jakarta dengan didistribusikan secara proporsional.

Komentar

komentar


Terbaru

Fahri Hamzah Ngantor Di DPR Pakai ‘Seragam’ Gerindra, Ternyata Begini Respon Fadli Zon

SURATKABAR.ID - Entah jadi sinyal atau sekedar kebetulan, tapi Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah disebut sudah seperti kader Partai Gerindra.Fahri sendiri saat ini...

Politikus PDIP Kompak Menolak, Kenapa Jokowi Malah Dukung Nobar Film G30S/PKI?

SURATKABAR.ID - Instruksi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk melakukan nonton bareng atau pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI memang meimbulkan polemik. Meski begitu, Presiden Joko Widodo...

Panglima TNI Sebut Akan ada 5 Ribu Senjata Masuk Secara Ilegal, Anggota DPR Singgung...

SURATKABAR.ID - Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai masuknya 5 ribu senjata ilegal ditanggapi serius oleh sejumlah pihak. Diantaranya adalah Wakil Ketua Umum...

Pemutaran Film G30S/PKI Bisa Jadi Pisau Bermata Dua untuk Gatot Nurmantyo

SURATKABAR.ID – Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika menyebutkan jika instruksi pemutaran film penumpasan Pengkianatan G30S/PKI merupakan pisau bermata dua bagi popularitas dan elektabilitas...

Pernah Menjabat 2 Kali Ikuti Jejak Ayahnya, Inilah Wali Kota Cilegon TB Iman Ariyadi...

SURATKABAR.ID – Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepala daerah kembali dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada Sabtu (23/9/2017) dini hari tadi, Wali Kota Cilegon, Tubagus...

Soal Film G30S/PKI, Try Sutrisno Beri Pesan ke Panglima TNI

SURATKABAR.ID - Ramainya perbincangan publik mengenai polemik pemutaran film penghiatan G30S/PKI yang telah diintruksikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mendapatkan komentar dari Mantan...

Jokowi Ingin Ada Film G30S/PKI Versi Baru, Begini Jawaban Tegas Panglima TNI

SURATKABAR.ID - Rencana nonton bareng film G30S/PKI menjadi sorotan akhir-akhir ini. Beberapa pihak memberikan dukungan, sementara yang lain menolak dengan alasan tak sesuai dengan...