Miris! Akui Sering Pukul Anaknya, Jackie Chan Ungkap Penyesalan Terbesar Hidupnya


SURATKABAR.ID – Kehidupan pribadi Jackie Chan selama ini jarang diketahui publik. Sampai ketika sang aktor buka-bukaan lewat memoir bertajuk ‘Never Grow Up’.

Buku tersebut sebenarnya sudah dirilis dalam bahasa China sejak 2015 lalu, namun baru diterjemahkan ke bahasa Inggris tahun ini. Dalam buku tersebut, Jackie Chan mengungkap ‘kesalahan besar’ yang pernah ia lakukan dalam hidup.

Di antaranya adalah ketika Jackie Chan kepergok berselingkuh pada 1999 silam. Ia mengaku sempat kebingungan ketika harus berkata jujur pada sang istri, Joan Lin.

“Ketika kabar perselingkuhan yang menghasilkan anak terbongkar, media meledak-ledak seperti bom. Aku ingin menghubungi Joan saat itu, tapi tidak tahu apa yang harus kukatakan. Aku tak akan pernah bisa menjelaskan ini semua,” tulis Jackie dalam bukunya seperti dikutip Aceshowbiz dari detik.com.

Baca Juga: Kisah Pilu Anak Perempuan Jackie Chan yang Tidak Diakui, Jadi Lesbian

Jackie Chan juga berbicara soal hubungannya dengan sang putra, Jaycee, yang ternyata kerap menjadi pelampiasan kemarahan sang aktor.

“Saat anakku, Jaycee, masih kecil, aku memukulnya sekali dan kerap main tangan. Seperti mengangkatnya tinggi-tinggi dan melemparnya ke sofa,” lanjutnya.

“Saat itu, aku membuat Jaycee dan ibunya sanga ketakutan. Aku juga merasa sangat menyesal,” pungkasnya.

Namun sayang, Jackie Chan tak membahas soal anak hasil perselingkuhannya dengan Elaine Ng Yi Lei, Etta Ng. Etta mengaku tak diakui anak oleh kedua orangtuanya karena orientasi seksualnya yang menyukai sesama jenis dan bahkan telah melangsungkan pernikahan.

Hal tersebut diketahui saat Ng mengunggah foto di akun Instagram miliknya. Keduanya mengenakan gaun putih sambil memegang surat nikah tertanggal 8 November 2018.

“Disatukan oleh cinta dan hukum, pada hari pernikahan kami,” tulisnya dalam caption foto tersebut.

“Kami semua terluka, tapi jika Anda dapat memimpikan cinta, Anda dapat menemukannya. Cinta itu baik, tak menghakimi. Cinta adalah kekuatan dan kelemahan. Cinta bisa membuat perubahan. Love Win!”