Gempar! Satu Keluarga Ganti Kalimat Syahadat Akui Rasul Sensen, Nabi Palsu Ini Juga Pernah Ngaku sebagai Presiden


SURATKABAR.ID – Satu keluarga mengeluarkan kesaksian yang bikin geger warga sekitar. Mereka mengakui Sensen Komara adalah Rasul. Keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan tiga anak ini membuat surat pengakuan yang dikirimkan pada aparatur negara, mulai dari tingkat RT hingga Presiden RI.

Hamdani, selaku kepala keluarga, seperti dilansir dari Kompas.com pada Selasa (4/12/2018), menandatangani surat bermaterai Rp 6.000 berisi pernyataan pengakuan Sensen Komara sebagai Rasul Allah. Surat tertanggal 20 November 2018 itu juga diikuti tandatangan istri beserta tiga anaknya.

“Ashadu Anla Ilaha Illaloh Wa Ashadu Anna Bapak Drs. Sensen Komara Bin Bapak Bakar Misbah Bin Bapak KH Musni Rosulalloh,” demikian bunyi kalimat syahadat yang ditulis Hamdani dalam suratnya sebagai pengakuan Sensen Komara adalah utusan Allah.

Terkait hal tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Garut Wahyudijaya buka suara. Ia mengaku pihaknya telah menerima informasi mengenai surat yang ditulis dan ditandatangani keluarga Hamdani tersebut.

Ia mengungkapkan, Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Caringin tempat tinggal keluarga Hamdani sudah membuat laporan teruntuk Polsek Caringin. Hamdani sendiri diketahui merupakan warga Kampung Babakan Limus, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin.

Baca Juga: Ganti Kalimat Syahadat Hingga Jual Tiket Surga Seharga Rp 2 Juta, Ini Sosok Nabi Palsu Abdul Muhjib

Menurut Wahyudijaya, hingga saat ini pihaknya terus memantau aktivitas Hamdani sekeluarga. Pasalnya. selain mengakui Sensen Komara sebagai Rasul utusan Allah, dalam suratnya Hamdani dan keluarga juga menyatakan siap menyerahkan jiwa dan raga kepada nabi palsu itu.

Sementara itu, ini bukan kali pertama sosok Sensen Komara mencuat dan sukses bikin gempar. Sebelumnya, pada 2011 silam, ia sempat berurusan dengan hukum lantaran ikrar diri sebagai nabi. Bahkan Sensen mengklaim sudah ada ribuan orang yang menjadi pengikutnya.

Namun proses hukum yang dijalani pada 2012 tak dapat dijalankan meski Sensen divonis bersalah oleh hakim. Pasalnya menurut pemeriksaan dokter jiwa, Sensen disebut mengalami gangguan kejiwaan. Majelis hakim lantas memutus Sensen menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa selama satu tahun.

Wahyudijaya pun mempertanyakan hukuman yang dijalani Sensen, mengingat ia masih tetap bisa beraktivitas hingga muncul pengikut-pengikut baru. “Pengakuan sebagai Rasul didapat dari mimpi, makanya dinyatakan gila. Tapi ternyata masih beraktivitas,” ujarnya.

Tak hanya mengaku sebagai Rasul Allah, rupanya Sensen Komara juga pernah mengaku dirinya sebagai presiden.

Atas kasus tersebut, MUI telah meminta Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) untuk segera menerbitkan rekomendasi yang menyatakan aliran yang dianut Sensen Komara adalah aliran sesat.