Para Siswi Sekolah di London Desak Ortu Stop Gunakan Smartphone di Rumah


 

SURATKABAR.IDPara siswi dari South Hampstead High School—sebuah sekolah khusus anak perempuan yang terletak di London Barat-Laut mendesak orangtua mereka serta para murid-murid lainnya untuk mengurangi penggunaan ponsel pintar mereka di rumah. Desakan tersebut tak hanya berbentuk verbal tapi juga ditandai dengan penandatanganan kontrak untuk membuat janji resmi mereka.

Mengutip laporan Independent.co.uk, Sabtu (01/12/2018), South Hampstead High School telah menerbitkan dokumen sebanayk dua halaman untuk para orangtua. Harapannya, penandatanganan itu akan mendorong para keluarga untuk menghabiskan lebih banyak waktu berbicara dan bercengkerama dengan satu sama lain, atau membaca daripada tanpa berpikir menggulirkan jempol mereka di layar ponsel pintar.

Kendati penandatanganan kontrak itu masih bersifat sukarela, namun ketentuan yang ada menyatakan bahwa baik orangtua maupun siswa tak akan menggunakan ponsel mereka satu jam sebelum tidur. Tak hanya itu, perangkat mereka sendiri harus diletakkan di luar kamar tidur semalaman.

Mulanya, ide ini diusulkan oleh salah satu wakil kepala sekolah perempuan yang mempelajari soal Psikologi sebagai salah satu upaya untuk mendapatkan nilai A. Tak tahunya, ia malah berhasil mengidentifikasi korelasi negatif antara harga diri dan waktu yang dihabiskan di Instagram sebagai bagian dari studinya.

Setelah ia mempresentasikan apa yang ditemukannya kepada siswa di sebuah majelis beberapa minggu lalu, ia pun terinspirasi untuk menulis kepada orangtua murid terkait hal itu. dengan dorongan dari kepala sekolah Victoria Bingham untuk menyusun ikrar bersama, akhirnya dibuatlah dokumen kontrak perjanjian tersebut dengan masukan dari sesama siswa kelas enam.

Baca juga: Mengejutkan! Survei Ini Buktikan Instagram adalah Medsos Terburuk bagi Kesehatan Mental

“Kami baru saja berbagi janji dengan orang tua, tetapi kami senang bahwa umpan balik sejauh ini sangat positif,” ujar juru bicara sekolah seperti dilansir dari The Independent.

“Yang penting adalah ini telah dikembangkan oleh siswa kelas enam itu sendiri, yang dapat menjadi model peran yang positif bagi siswa yang lebih muda,” tambah jubir sekolah kemudian.

Efek Buruk Smartphone

Dalam posting blog yang diterbitkan di situs web sekolah, Bingham menjelaskan bahwa sementara ponsel telah meningkatkan kehidupan menjadi lebih baik “dalam banyak hal”, penggunaan berlebihan dari telepon pintar juga berefek buruk pada kesehatan seseorang secara keseluruhan.

“Penumpang tidak memperhatikan seorang wanita hamil membutuhkan tempat duduk karena mereka terlalu asyik di Netflix di ponsel mereka. Seluruh keluarga terpaku pada layar mereka di restoran. Anak-anak kecil menggunakan gawai untuk membuat mereka ‘terhibur’ […] Sekarang saatnya kita harus mulai mempertimbangkan—dan memanggil—praktik kerja yang kita tidak ingin anak-anak kita warisi.”

Mengomentari prakarsa tersebut, seorang juru bicara departemen pendidikan mengungkapkan bahwa mengurangi penggunaan telepon pintar di rumah dapat memberikan manfaat utama kepada siswa saat harus meningkatkan pembelajaran.

“Sekretaris pendidikan baru-baru ini berbicara mengenai pentingnya membatasi waktu di depan layar baik untuk anak-anak dan orang tua, karena momen bercengkerama tanpa terusik oleh keberadaan gadget itu sangat berharga,” tutur mereka kepada awak media.

“Tekanan pekerjaan dan dunia modern membuat menjauhkan ponsel bukanlah suatu hal yang mudah bagi kebanyakan orang, namun hal ini merupakan topik yang perlu dipertimbangkan, terutama saat kami mencari cara agar dukungan orangtua untuk pembelajaran anak-anaknya di rumah bisa lebih ditingkatkan.”

Langkah sekolah ini dilakukan setelah jaringan restoran Amerika-Italia—Frankie and Benny—mengumumkan inisiatif serupa berbentuk “kampanye tanpa ponsel”, yang menyerukan pengunjung untuk menyimpan smartphone mereka dalam sebuah kotak di meja mereka, dengan tujuan menyimpannya di sana selama sedang menyantap makanan.

Yang diutamakan adalah momen tanpa ponsel ini bisa mendorong keluarga untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama saat makan.

Kampanye restoran kondang tersebut diluncurkan setelah sebuah survei dengan responden 1.500 orang tua dan anak-anaknya mengungkapkan bahwa 70% anak-anak berharap orang tua mereka menghabiskan lebih sedikit waktu di depan layar smartphone mereka.