Sepanjang 2018, Ini 7 Pernyataan Kontroversial Prabowo


SURATKABAR.ID – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan pro dan kontra.

Biasanya, pernyataan Prabowo tak jauh-jauh soal kondisi Indonesia. Mulai dari kondisi ekonomi, kesehatan, hingga sosial masyarakat. Namun, pernyataannya kerap kali menimbulkan polemik di masyarakat.

Terkait pernyataan Prabowo ini, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean menyebut bahwa apa yang dikatakan Prabowo adalah fakta, bukan narasi kebohongan.

“Fakta kebenaran dan kegagalan pemerintah ini memang menakutkan bagi masa depan bangsa. Meski menakutkan harus disampaikan,” tutur Ferdinand, Jumat (23/11/2018), seperti dikutip dari jawapos.com.

Baca juga: Prabowo Dukung Australia Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, FPI Justru Enggan Berkomentar

Ferdinand melanjutkan, kenyataan tersebut memang harus disampaikan langsung ke masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih bijak dan tak salah memilih pemimpin.

Namun, diantara sejumlah pernyataan Prabowo, 7 pernyataan berikut dianggap paling kontroversial.

1. 2030 Indonesia Bubar

Beberapa bulan lalu, publik geger setelah Prabowo menyatakan bahwa Indonesia akan bubar pada 2030. Namun, ternyata pernyataan ini berdasar pada novel fiksi ilmiah berjudul ‘Ghost Fleet: A Novel of the Next World War’ yang ditulis oleh PW Singer dan August Cole.

2. Sebarkan drama Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet mengaku dirinya babak belur akibat dipukuli oleh sekelompok orang tak dikenal. Atas kejadian ini, Prabowo turut menyuarakan agar kasus diusut tuntas.

Namun, setelah penyelidikan dilakukan, ternyata hal itu adalah sebuah kebohongan semata. Wajah Ratna tampak babak belur karena ia baru saja menjalani operasi estetika.

Akibatnya, Prabowo pun sempat meminta maaf kepada publik, karena ia pun mengaku tak tahu soal kebohongan Ratna.

3. Tampang Boyolali

Dalam sebuah pidato, Prabowo menyebut bahwa orang dengan tampang Boyolali tak bisa masuk hotel berbintang. Sebab, tampangnya tak seperti orang kaya.

Pidato ini pun mendapatkan protes dari warga Boyolali. Bahkan, Bupati Boyolali Seno Samudro sempat mengatai Prabowo karena hal itu. Prabowo akhirnya meminta maaf.

4. Ekonomi kebodohan Indonesia.

Prabowo sempat menyebut bahwa sistem ekonomi Indonesia adalah sistem bodoh dan lebih parah dari neoliberalisme. Pernyataan tersebut mendapat sanggahan dari para elite dan pengamat ekonomi.

Bahkan, kubu petahana menyebutkan bahwa pernyataan Prabowo sama saja dengan menghina pendiri bangsa. Pasalnya, pemerintahan pasti berkelanjutan.

5. Jika Prabowo presiden, Indonesia tak lagi impor

Dalam pidato kampanyenya, Prabowo berjanji jika ia menjadi presiden maka Indonesia tak perlu melakukan impor lagi. Ia menjanjikan kemakmuran bagi masyarakat Indonesia.

“Saya bersaksi di sini, kalau saya menerima amanat dari Indonesia, saya bikin Indonesia berdiri di kaki sendiri. Kita tidak perlu impor apa-apa,” katanya.

6. Tukang ojek

Baru-baru ini, Prabowo mendapatkan protes dari sejumlah pihak karena menyinggung soal tukang ojek.

“Ada meme, katanya lintas karier pemuda Indonesia itu dari lulus SD, masuk SMP, lulus masuk SMA, tapi lulus sekolah jadi tukang ojek,” katanya.

Prabowo melanjutkan, ia berharap generasi penerus bangsa bisa menciptakan lapangan kerja atau menjadi tenaga ahli. Meski sebenarnya maksud pidatonya bagus, ternyata banyak pihak yang tak terima.

7. Air laut naik sampai Bundaran HI pada 2025

Terakhir, Prabowo mengungkapkan soal kondisi Ibu Kota Indonesia. Menurutnya, berdasar data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) air laut di utara Jakarta bisa naik sampai wilayah Jakarta Pusat pada 2025.

“United Nations (UN) memprediksi bahwa air dari Tanjung Priok di 2025 akan sampai di (Hotel) Kempinski, di Grand Hyatt. Air dari Tanjung Priok akan sampai Bundaran HI, permukaan air terus naik lima centimeter setiap tahun,” tutur Prabowo.

Ketujuh pernyataan Prabowo ini memang ramai dibicarakan. Tak hanya elite politik, banyak masyarakat yang turut memberikan protes.