Demo Tunggal Berkalungkan Tulisan ‘Anakku Korban Rubella’, Pria Ini Ungkap Kondisi Sang Putra Sebelum Imunisasi Ternyata…


SURATKABAR.ID – Seorang wali santri asal Tulungagung menggelar aksi unjuk rasa tunggal menuntut tanggung jawab pemerintah. Berkalungkan tulisan ‘Anakku Korban Rubella’ ia meminta keadilan pasca sang putra menderita kelumpuhan usai imunisasi Measles Rubella (MR) di Kediri.

Diwartakan Detik.com pada Selasa (6/11/2018), pria yang bernama Suyanto tersebut menyuarakan tuntutan dengan berjalan kaki dari tempat tinggalnya hingga Kediri. Ia menuturkan awal mula insiden yang menimpa W (12), sang putra, santri Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.

Bocah malang tersebut mendapatkan suntikan imunisasi MR dari Puskesmas Campurejo Kediri di pondok pesantren tempatnya menuntut ilmu, Rabu (24/10) lalu. Sebelum diimunisasi, rupanya ia tidak dalam kondisi sehat.

“Padahal beberapa hari sebelumnya dia baru saja mengalami sakit gejala tipus dan dirawat di Tulungagung. Saat itu badannya belum pulih sempurna. Tapi kenapa alngsung disuntik (Rubella),” ungkap Suyanto ketika dimintai konfirmasi, Selasa (6/11).

Usai diimunisasi, W kemudian beristirahat. Akan tetapi siang harinya kondisi tubuh remaja malang ini langsung drop dan sulit menggerakkan kedua kakinya. Kondisi korban semakin turun hingga pada akhirnya mengalami kelumpuhan total selang beberapa hari sejak diimunisasi.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Selidiki Kasus Bocah Meninggal Usai Imunisasi MR

“Kemudian hari Jumat itu karena kondisi darurat akhirnya dibawa ke Puskesmas. Karena hari Jumat waktunya mepet, pihak Puskesmas sempat meminta agar besok saja, tapi istri saya teris memaksa,” ungkap pria tersebut.

Setelah diperiksa, korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Iskak Tulungagung. Namun saat proses perujukan, Suyanto mengatakan, W tidak diantar menggunakan ambulans melainkan hanya dibonceng menggunakan sepeda motor oleh sang ibu.

“Karena posisi saya saat itu masih ada acara, kemudian saya jemput pakai mobil berpapasan di Jeli Tulungagung. Ya Allah, anak saya kakinya kepleh (lemah),” Suyanto mengungkapkan kondisi sang buah hati dengan suara terbata-bata.

Pria tersebut menambahkan, putranya tak lama dirawat di RSUD dr Iskak sebelum kembali dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. “Kakinya lumpuh, selain itu tangannya juga lemas. Kekuatannya sekitar 10 persen saja,” imbuhnya.

Hingga saat ini, W masih berada di bawah perawatan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut. Dan malangnya lagi, biaya perawatan di rumah sakit ternyata tak sepenuhnya ditanggung BPJS.  “Totalnya itu butuh Rp 120 juta dan itu BPJS hanya bisa membantu Rp 17 juta,” jelas Suyanto.

Lantaran kondisi yang dialami W, Suyanto meminta pemerintah bertanggung jawab. Pasalnya, ia menilai Dinas Kesehatan Kota Kediri lepas tangan dari kejadian tersebut. “Dinas Kesehatan Kediri datang ke Malang dan menyatakan kalau itu bukan akibat suntikan Rubella,” pungkasnya.