Ogah Nonton ‘A Man Called Ahok’, Adik Ahok Ngaku Kecewa Karena Ini


SURATKABAR.ID – Film yang mengangkat kehidupan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ‘A Man Called Ahok‘ akan dirilis pada 8 November 2018 besok.

Namun, adik Ahok, Fifi Lety Indra mengaku tak ingin menonton film tentang kisah hidup kakaknya tersebut. Bahkan, ia mengaku kecewa dengan film ini.

Melalui akun Instagram pribadinya, Fifi membeberkan sejumlah alasan ia tak ingin menonton film tersebut. Alasan utamanya adalah ada beberapa bagian dalam film yang tak sesuai fakta kehidupan keluarganya.

Ternyata setelah film jadi… saya nggak tega nonton. Masa kecil kami dan papa-mama kami jadi beda, bahkan sopir kami pun beda,” ujar Fifi di Instagram, Selasa (6/11/2018), dikutip dari detik.com.

Baca juga: Terbongkar! Meski Sekarang Sudah Berhenti, Mahfud MD Waktu Kecil Ternyata Lakukan Hal Ini

Menurut Fifi, ia dan Ahok memang sempat dimintai persetujuan oleh pihak pembuat flm untuk memilah bagian cerita dan menghilangkan yang dianggap tidak tepat.

Setelah menyeleksi sejumlah adegan, Fifi dan Ahok merasa puas karena tak ada hal yang ditambahkan dalam cerita tersebut. Namun, setelah film jadi ia malah kecewa karena penggambaran sosok keluarganya tak seperti aslinya.

Untuk film, saya sudah minta berkali-kali gambaran Papa saya disesuaikan dengan Papa saya. Tapi karena mereka sudah selesai syuting baru kasih lihat transkrip ke kita, ya jadi sedih kok Papa saya kayak gitu cara pakaiannya. Gayanya semua beda,” ujar Fifi.

Meski mengaku kecewa, ia menyerahkan pada masyarakat untuk tetap menonton film tersebut atau tidak. Pasalnya, sang kakak, Basuri Tjahaja Purnama tetap menonton dan mengapresiasi film tersebut.

Di akhir postingannya di Instagram, Fifi berharap ada pihak yang memfilmkan kisah hidup Ahok dengan akurat. Ia pun menyarankan publik membaca buku ‘A Man Called Ahok’ untuk mengetahui keseluruhan cerita.

Saya tidak mau nonton itu hak saya karena saya lebih suka nonton YouTube ini saja dan juga saya mau mengenang Papa saya dengan cara yang benar. Papa saya pantas menerima yang terbaik dan harusnya digambarkan sepersis mungkin apa adanya,” tegasnya.

View this post on Instagram

Buat yg kangen dan mau tahu kebenaran, nonton lah you tube ini dan bacalah Buku A man called Ahok. Karena Waktu bikin Buku dan you tube ini masih jujur research dan buat cerita Yg benar2 berdasarkan bukti fakta Yg ada makanya kita approved. Tetapi Ternyata setelah film jadi ….saya engak tega nontonnya masa kecil Kami dan papa Mama kami Jadi beda bahkan sopir kami pun beda k😂 Bukankah true story Harusnya sama dgn cerita aslinya dan org2 Yg Di cerita kan sebaik mungkin sesuai dgn karakter yg ada? Film2 bagus hasil karya Yg baik sampai baju pun Di sama kan dgn zaman dan tokoh tersebut. Org Yg memerakan tokoh Yg Di perankan paling tidak pernah ketemu ya x Kalau masih Hidup orgnya ? Kalau uda meninggal paling tidak foto2nya kan ya ? Research gitu x ya ? Kalau saja Saya tidak pernah membantu mrk tentu Saya tidak Perlu kecewa karena film ini tdk akan pernah ada. Saya tidak bisa diam saja karena ini cerita Papa saya Yg mrk buat namanya kejujuran dan kebenaran tetap harus Di utanakan Apapun alasannya kan mottonya juga BTP. Saya uda ber x2 mencoret transkrip meminta buang semua andengan bohong Ttp Ternyata mrk sudah selesai shooting baru kasih kita baca transkrip dan baru minta kita support dan approved. Untung akhirnya BTP ikut campur minta dengan keras buang semua cerita bohong, Kalau tidak Engak kebayang film jadinya spt apa. Well semua cerita bohong Uda Di buang Yg lain ya uda terpaksa Di Trima walaupun tdk sesuai Ttp ya uda lah Penting engak ada kebohongan dan tidak merugikan BTP. Untuk film saya Sudah minta ber x2 gambaran Papa saya Diisesuai kan dgn Papa saya Ttp karena mrk uda selesai shooting baru kasih liat transkrip ke kita ., ya jadi Sedih kok Papa saya kayak gitu cara pakaiannya gayanya semua beda. Untunglah semua bagian2 bohong tdk sesuai aslinya Sudah Di cutt itupun setelah koko Ahok sendiri Yg minta baru mrk mau cutt bagian2 tsb. Akhirnya keluarga terpaksa trima tidak sesuai dengan true story asal ada foto2 asli kami Di masukan di film tsb. Saya tidak tega nonton gambaran ttg papa saya dengan Gaya Yg bukan Papa saya. Buat yang mau nonton Silakan aja ambil positipnya aja kayak koko yuyu ( Basuri ) 🙏😇🙏

A post shared by Fifi Lety Tjahaja Purnama (@fifiletytjahajapurnama) on