Cucu Pendiri NU Dukung Prabowo, Pengamat Komentari Kekuatan Jokowi


SURATKABAR.ID – Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari, KH Irfan Yusuf alias Gus Irfan telah resmi menjadi juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Gus Irfan yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Farros tersebut berperan untuk menjelaskan visi-misi program pengembangan pesantren dan gerakan ekonomi pesantren.

“Gus Irfan akan membantu kinerja kami ke depan untuk mewujudkan program Indonesia adil makmur secara spesifik di lingkungan pesantren Nahdliyin dan kita juga ingin beliau mengisi tambahan topik yang bisa kita cover untuk memperkuat platform dari Prabowo-Sandi,” terang Sandiaga, dikutip dari kompas.com, Minggu (4/11/2018).

Sementara Gus Irfan sendiri mengungkapkan bahwa kehadirannya di BPN Prabowo-Sandiaga untuk menunjukkan bahwa NU juga mendukung capres dan cawapres nomor urut 02 tersebut.

“Mungkin memang lebih banyak NU di kubu Pak Jokowi, tapi banyak juga NU yang di kubunya Pak Prabowo,” tegas Gus Irfan.

Baca juga: Cucu Hasyim Asy’ari Merapat ke Prabowo, TKN: Lebih Banyak Cucu Pendiri NU yang Dukung Jokowi

Bergabungnya Gus Irfan ke kubu Prabowo ini pun langsung ditanggapi oleh kubu Joko Widodo (Jokowi). Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin, mengklaim adanya perbedaan besar mengenai posisi tokoh NU.

Menurut Asrul, di kubu Prabowo tokoh Nu hanya dijadikan sebagai juru bicara, sedangkan di kubu Jokowi tokoh NU diposisikan sebagai cawapres.

“Di kami ini orang NU-nya pimpinan tertinggi Rais Aam NU loh. Pemimpin tertinggi NU kami jadikan cawapres, bukan sekadar anggota juru bicara,” tutur Arsul.

Terkait posisi tokoh NU di kedua kubu ini, pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengungkapkan bahwa NU dan santri merupakan kelompok yang memiliki potensi suara besar.

“Santri itu seksi karena kelompok yang punya potensi suara besar, yang kedua NU juga seksi,” terang Hendri kepada kompas.com, Jumat (2/11/2018), dilansir kompas.com.

Menurut Hendri, dipilihnya Gus Irfan juga sebagai ajang unjuk gigi kubu Prabowo-Sandiaga. Sebab, hal ini membuktikan bahwa mereka juga mendapat dukungan dari santri dan NU.

“Kalau Pak Jokowi rekrut Pak Ma’ruf bukan berarti semua suara santri dan NU ke Jokowi-Ma’ruf,” tegasnya.