Sandiaga Uno: 2019 Kita Ganti Pemerintahan yang Fokus pada Ekonomi


SURATKABAR.ID – Sandiaga Salahuddin Uno, calon wakil presiden nomor urut 02 memulai safari politik hari kedua di Pasar Sentral Majene, Sulawesi Barat, Sabtu (03/11/2018) hari ini. Melihat kedatangan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut, seorang ibu pedagang yang menjual sayur-mayur kemudian mencurahkan isi hatinya kepada Sandiaga. Menurut Ibu Harapiah, daya beli masyarakat sana saat ini kian turun.

“Sepi di sini, Pak. Orang mulai jarang beli. Bagaimana ini, Pak?” tanya Ibu Harapiah, sebagaimana dikutip dari WartaKota.TribunNews.com, Sabtu (03/11/2018).

Menurut Sandiaga Uno, turunnya daya beli masyarakat yang dikeluhkan Ibu Harapiah ini tak hanya terjadi di Majene, Sulawesi Barat saja. Tapi juga di berbagai wilayah Indonesia.

“Keluhan Ibu Harapiah, saya selalu dengar di berbagai wilayah Indonesia. Ekonomi sedang tidak bersahabat. Harga-harga naik dan makin sulit mencari pekerjaan. Inilah yang menjadi fokus Prabowo-Sandi jika terpilih. Kami akan membawa perubahan ekonomi, agar keluhan dan jeritan pedagang dan pembeli tidak terdengar lagi,” ungkap Sandiaga Uno memaparkan.

Sandiaga yang menurut laporan Manado.TribunNews.com baru terjun ke kancah perpolitikan pada tahun 2015 ini lalu mengatakan, harus ada perubahan dalam ekonomi Indonesia di tahun 2019 nanti.

Baca juga: Cek Harga Sembako di Pasar Bogor, Jokowi Blusukan Malam-malam

“2019 kita ganti pemerintahan yang fokus pada ekonomi, yakni membuka lapangan pekerjaan dan harga-harga kebutuhan bahan pokok yang terjangkau,” tandasnya.

Kedatangan Sandiaga Uno ke Pasar Sentra Majene pun menimbulkan keramaian. Pasar yang tadinya sepi dan lengang, mendadak berubah menjadi penuh dan ramai. Para pedagang yang belum sempat membuka lapaknya, ingin melihat lebih dekat lagi dengan calon wakil presiden dukungan Partai Gerindra, PAN, PKS, Demokrat, dan Berkarya tersebut.

Sepak Terjang Sandiaga sebagai Pengusaha

Sandiaga sendiri baru fokus dalam dunia politik pada 2015. Sebelum menjadi politisi, ia merupakan seorang pengusaha ternama Tanah Air. Sepak terjangnya di dunia bisnis pun tak bisa diragukan lagi. Seperti diketahui, Sandiaga Uno bahkan kerap masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia.

Laman Wikipedia menyebut Sandiaga Uno masuk dalam daftar 40 orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes tahun 2009. Namanya berada pada posisi ke-29 dengan kekayaan 400 juta dolar AS.

Pengacara kondang Hotman Paris juga sempat mengorek kekayaan Sandiaga Uno. Melalui acara yang dibawakannya—Hotman Paris Show, Hotman Paris mengungkap dirinya penasaran atas penghasilan Sandiaga Uno yang mencapai ratusan juta dolar tersebut.

Meski Sandiaga enggan menyebut angka, namun ia menceritakan puncak dari pencapaiannya.

“Tahun 2005 sampai 2007 puncak dari pencapaian saya di bidang usaha. Saya jadi satu-satunya pengusaha muda yang masuk 40 besar pengusaha di Indonesia,” ungkap Sandiaga.

Ia pun terus mengembangkan usahanya. Seperti pada umumnya, ada yang berhasil, ada juga yang tidak. Meski begitu, Sandiaga berhasil memecahkan rekor sebagai pengusaha pada 2013.

Melalui Initial Publik Offering (IPO), Sandiaga berhasil menjual saham perusahaannya melalui dalam jumlah yang fantastis.

“Jadi IPO tersukses dan terbesar di Indonesia mencapai Rp 15 triliun,” imbuhnya kemudian.

Mendengar angka tersebut, Hotman Paris pun menunjukkan rasa takjub. Ia berceloteh bahwa Sandiaga Uno sudah mampu menghasilkan uang belasan triliun, sebelum menjadi wakil gubernur DKI Jakarta.

Menciptakan 30 Ribu Lapangan Kerja

Sandiaga sendiri mengaku tak melihat angka. Ia justru berfokus pada penciptaan lapangan kerja. Terbukti, sejak merintis usaha yang dibangun tiga orang, kini sudah puluhan ribu lapangan kerja yang disediakan.

“Hingga pada 2015 pas saya tinggalkan karena masuk politik, lapangan kerja yang sudah diciptakan ada 30 ribu,” ungkap Sandiaga Uno.

Sandiaga mengaku tak mudah baginya untuk meraih pencapaian itu. Sebelum memulai usaha sendiri, ia harus memutar otak untuk mendapat pekerjaan.

Ia juga sempat menganggur karena kena PHK saat masa krisis ekonomi di tahun 1997. Padahal, sebelumnya Sandiaga Uno sudah hidup mapan sebagai profesional dan tinggal di Singapura. Namun, ia harus angkat koper kembali ke Jakarta, kembali tinggal di rumah orangtuanya karena ia sendiri tak punya rumah.

Pengakuan Sandiaga ini membuat Hotman Paris terkejut. Hal ini berbanding terbalik dengan sang pengacara yang justru semakin sukses ketika itu. rupanya, saat Hotman Paris sukses akan karirnya memenangkan perkara di persidangan, Sandiaga Uno justru mengisi hari-harinya untuk melamar pekerjaan. Namun, tak ada perusahaan yang mau meliriknya. Lamaran kerjanya selalu saja ditolak.

Akhirnya, Sandiaga pun mencoba peruntungan baru, yakni memulai membuka usaha konsultan keuangan.

“Awalnya jatuh bangun karena siapa yang mau kasih kepercayaan ke anak usia 27, 28 tahun untuk merestrukturasi perusahaan. Sementara kreditur-krediturnya bisa perusahaan mancanegara dan kompleks sekali restrukturasinya, perusahaan manufacturing, property,” Sandiaga Uno menceritakan.

Namun, nasib mujur pun muncul. Ada seorang pengusaha yang memberikan kepercayaan padanya. Yang terjadi berikutnya, Sandiaga Uno mendirikan PT Recapital Advisors. Setelah jalan satu setengah tahun, ia kemudian bertemu dengan anak William Soeryadjaya, pendiri PT Astra Internasional.

“Saya dikenalkan Pak Edwin, jadi waktu itu mulai dari awal. Pak Edwin juga mengalami kesulitan keuangan, saya ditawarkan untuk membangun usaha berbasis investasi,” kisah Sandiaga Uno.

Maka, ia pun mendirikan PT Saratoga Investama Sedaya. Tahun pertama Sandiaga Uno mengalami kesulitan. Pada tahun kedua, ia mengaku baru bisa bernapas karena mendapat dua klien. Baru pada tahun ketiga, ia mulai memupuk keuntungan dari perusahaan investasi itu.

Dan kini, usai berkecimpung di dunia politik, akankah kesuksesan Sandiaga sebagai pengusaha mengantarkan Indonesia pada perekonomian yang lebih baik?

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.