JMPI Rilis Nama 16 Pemuda Layak Pimpin, Ada UAS, Grace Natalie Hingga Noe Letto


SURATKABAR.ID – Sebuah riset yang diprakarsai oleh komunitas muda kreatif Jaringan Muda Produktif Indonesia (JMPI) baru merilis nama 16 pemuda yang dinilai layak memimpin Indonesia di masa depan. Juru Bicara JMPI, Subkhi Ridho menjelaskan, JMPI telah melakukan riset selama dua tahun terakhir. Riset ini sengaja dilakukan untuk melihat siapa saja pemimpin muda yang dekat dengan kalangan generasi millennial. Termasuk yang dianggap berpotensi memimpin Indonesia.

Mengutip laporan Detik.com, Senin (29/10/2018), dari ke-16 nama tersebut, terdapat nama Ustaz Abdul Somad, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bahkan hingga penyanyi Noe (Sabrang Mowo Damar Panuluh), vocalist dari band Letto yang juga merupakan putra dari Budayawan RI, Emha Ainun Nadjib.

“Supaya ke depan betul-betul terjadi transisi [kepemimpinan] dari yang usianya non milenial ke milenial,” papar Subkhi Ridho saat menyampaikan latar belakang risetnya di Hotel Gaia Cosmo, Umbulharjo, Yogyakarta, Minggu (28/10/2018) kemarin.

Muncul Nama Baru dalam Kancah Politik

Lebih lanjut, Subkhi Ridho melalui riset ini berharap akan memunculkan nama-nama baru dalam kancah perpolitikan Indonesia.

Selain itu, daftar nama ini sekaligus diharapkan dapat memberi tawaran nama sejumlah tokoh untuk menghadapi proses regenerasi politik. Nama tokoh-tokoh muda tersebut dianggap sebagai anak muda yang mampu menyuarakan ide, gagasan, serta aksi inovatif. Urgensinya, semua ini akan mampu menggugah kesadaran anak muda untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik melalui agenda ekonomi, politik, sosial serta budaya.

Baca juga: 2028 Nanti, Internet Akan Terbagi Dua—AS dan China, Indonesia Kiblat ke Mana?

“Nama-nama ini menjadi pemimpin muda yang potensial dan dianggap mampu membawa semangat baru dalam menuju Indonesia yang lebih baik, lebih guyub dan responsif terhadap kemajuan, bukan sebagai penonton namun sebagai pemain utama atau pemimpin,” tandasnya kemudian, dilansir laporan Jogja.TribunNews.com.

Dalam rilisan nama tersebut, muncul beberapa nama tokoh masyarakat. Mulai dari jurnalis, pengusaha, artis serta beberapa tokoh yang memang sudah tak asing di dunia perpartaian Indonesia.

Dari ke-16 nama tersebut, muncul nama Ustaz Abdul Somad Batubara, Yaqut Cholil Qoumas, Nadiem Makarim, Dahnil Anzar Simanjuntak, Romahurmuziy, Emil Elestianto Dardak, Ahmad Hanafi Rais, hingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan putra dari salah satu mantan presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kemudian, ada nama Dimas Oky Nugroho, Grace Natalie, Najwa Shihab, Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe). Nama Fadly Amron (Wali Kota Padang Panjang) juga muncul, selain Adnan Purichta, Raja Sapta Oktohari, dan Adinda Ardiyansyah Bakrie.

Riset yang dilakukan JMPI ini diketahui menggunakan metode survei dengan tiga aspek pendekatan dan lima indikator yang menjadi pertimbangan. Ketiga aspek terkait meliputi intensitas pemberitaan, value, dan keterwakilan.

Sementara itu, khusus untuk aspek value, JMPI memakai lima indikator, meliputi aspek autentisitas, kreativitas atau inovasi, kepemimpinan atau keberanian, keluasan jaringan, dan integritas. Dari berbagai indikator ini akhirnya terpilihlah beberapa nama tersebut.

Adapun margin of error dari riset ini ialah 2,5 persen.

“Kita melakukan pengamatan hampir dua tahun ya, karena kami melakukan pelatihan selama empat tahun terakhir di berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Subkhi mengungkapkan, penelitian ini diawali dengan penjaringan nama melalui mesin pemantau media. Kemudian terpilih 50 nama yang dianggap layak menjadi pemimpin muda. Dari 50 nama tersebut, kemudian disaring lagi oleh para pakar menjadi 16 nama.

“Jadi pertimbangan kami [adalah eksposur] media plus masukan dari teman-teman di daerah. Kita punya jaringan sudah di hampir 34 provinsi. Kita sudah melakukan delapan kali pelatihan, setiap pelatihan ada 50 [orang],” bebernya.

“Kalau delapan kali FGD (forum group discussion) ya ada 400 orang pemuda (responden) berusia 30-an ke bawah di seluruh Indonesia. Sementara margin of error penelitian [kepemimpinan muda nasional] kami 2,5%,” tukasnya.