Nahas! Terjebak di Dalam Mobil, Balita Lucu Tewas Kehabisan Oksigen


SURATKABAR.ID – Ibu mana yang hatinya tak akan remuk mendengar kabar buah hatinya sudah tiada. Hal itu juga terjadi menimpa Leha saat salah satu tetangga datang ke rumahnya di RT 001 RW 017 Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (20/10/2018) lalu. Balitanya yang baru berusia 3,5 tahun ditemukan tewas terkunci di dalam mobil tetangganya karena kehabisan oksigen.

“Yang sabar ya Leha, R sudah enggak ada,” ujar tetangga itu. R diketahui merupakan anak kelima Leha dari enam bersaudara. Mengutip laporan Kompas.com, Selasa (23/10/2018), bocah lucu itu ditemukan sudah tewas dalam mobil milik Afandi yang diparkir tak jauh dari kediaman Leha.

Hampir 24 jam sebelumnya, Leha bersama anggota keluarga dan tetangganya sibuk mencari bocah lucu berusia 3,5 tahun itu. R terakhir kali terlihat sehari sebelumnya.

Menurut penuturan seorang teman main R, R terlihat sedang menonton ondel-ondel usai pergi meninggalkan rumahnya sekitar pukul 16.30 WIB. Setelahnya, keberadaan R tidak diketahui lagi. Segala upaya dilakukan Leha untuk mencari bocah itu.

Tak hanya pesan berantai yang disebar lewat sejumlah kanal media sosial, pencarian juga dilakukan ke rusun-rusun terdekat hingga kawasan Kota Tua dan Senen.

Baca juga: Reaksi Ortu yang Tinggalkan Anaknya Lemas Terkunci dalam Mobil Ini Bikin Warga Geram

“Saya khawatirnya anak saya diculik, kan lagi zamannya anak diculik diambil organ tubuhnya,” ungkap Leha kepada awak media, Senin kemarin.

Begitu mengetahui anaknya terjebak di dalam mobil sedan yang diparkir sekitar 200 meter dari rumahnya, Leha sangat terkejut. Meski tergolong anak yang gesit dan cerdas, Leha tak menyangka putranya R yang masih balita tersebut bisa pergi sejauh itu seorang diri.

“Dia gak pernah berani pergi jauh sendiri, paling anak saya cuma sampai depan masjid habis itu balik lagi minta uang jajan,” sebut Leha bercerita.

Kehabisan Oksigen

Disampaikan oleh Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim, tidak terdapat bekas kekerasan yang dialami R. Anak itu diduga meninggal akibat kehabisan oksigen. Menurut dugaan sementara, bocah itu sepertinya tak sengaja terkunci di dalam mobil milik Afandi yang pada saat itu bisa dibuka R, lantaran kondisinya tidak terkunci.

“Tewasnya karena kepanasan, akhirnya kehabisan oksigen. Anak itu masuk sendiri ke mobil lalu kepencet pintu otomatisnya. Akibatnya mobil terkunci dan korban tidak bisa keluar,” papar Mustakim.

Kata Mustakim, R juga sempat berupaya memecahkan kaca dengan menggunakan spion. Namun nahas, hasilnya nihil.

Terkait kasus ini, sebanyak lima orang saksi telah diperiksa polisi. Kelima saksi diperiksa untuk menemukan ada atau tidaknya unsur kelalaian yang menyebabkan bocah malang R terjebak dalam mobil yang mengakibatkannya meninggal dunia.

“Belum dijadikan tersangka kecuali kalau anak tersebut dibawa ke situ. Kalau ini kan dia lupa ngunci, terus si anak itu tiba-tiba masuk, nggak masuk kelalaian jadinya,” tandas Mustakim.

Mobil milik Afandi itu berada dalam kondisi tak terkunci karena pengguna sebelumnya—Ruslan—tengah terburu-buru mengembalikan mobil. Diketahui, Ruslan merupakan kakak ipar Afandi yang meminjam mobil Afandi. Dia dikejar waktu karena terburu-buru hendak menunaikan ibadah shalat Jumat.

“Posisinya hari Jumat mau Jumatan ngejar-ngejar, begitu ketinggalan jaketnya, balik lagi ambil jaket kemudian dia lupa ngunci,” sambung Mustakim.

Sementara itu, keterangan dari warga setempat menyebutkan bahwa anak-anak kecil memang biasa bermain di lahan kosong tempat mobil milik Afandi diparkir pada Jumat lalu. Lahan tersebut agaknya menjadi favorit lantaran merupakan lahan terlapang di antara padatnya rumah-rumah di perkampungan warga. Pasalnya perkampungan warga disitu memang berdempetan dengan kompleks Apartemen Pluit Sea View.

Mengutip reportase Liputan6.com, jasad bayi malang R lalu dibawa ke Rumah Sakit Ciptomangunkusumo Jakarta. Pada Minggu siang (21/10/2018) jasad balita itu telah dimakamkan di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Berikut video laporannya sebagaimana dilansir dari Patroli Indosiar.