Tegas! Jokowi Soal Kondisi Sulteng: Jangan Banyak Komentar Tapi Nggak Ngerti Lapangan


SURATKABAR.ID – Tanggapi adanya aduan mengenai aktivitas pemerintahan daerah (Pemda) di Palu, Sulawesi Tengah, yang kini masih belum normal, Presiden Jokowi mengaku sudah menerima laporannya. Kepala Negara lantas meminta agar seluruh pihak serta masyarakat untuk lebih memahami lagi kondisi lapangan pasca gempa dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.

Presiden menyampaikan, membuat keadaan kembali normal seusai bencana tak bisa dilakukan secara instan sehingga memerlukan waktu yang signifikan. Apalagi jika mengingat baru seminggu berlalu usai bencana alam yang mengerikan tersebut. Oleh sebab itu, Jokowi mengharapkan agar pihak-pihak yang tak tahu-menahu dan tak mengerti persisnya kondisi lapangan seperti apa—untuk tidak berkomentar.

“Gempa seperti ini memerlukan waktu untuk masuk dan normal kembali. Jangan sampai banyak yang berkomentar tapi enggak ngerti di lapangan,” tandas Jokowi di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018), seperti dilansir dari reportase CNNIndonesia.com, Kamis (11/10/2018).

Mengutip Detik.com, berdasarkan laporan yang diterima, saat ini aktivitas Pemprov, Pemkab serta Pemkot di Sulteng sudah mulai berfungsi. Meski begitu, aktivitas tersebut tentu belum 100% kembali normal.

Mereka juga Korban

“Informasi yang saya terima pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, setelah saya perintahkan buka, ya buka. Tapi bahwa pelayanan itu belum maksimal, iya. Karena juga banyak keluarga mereka yang jadi korban,” papar Jokowi menerangkan.

Baca juga: FPI Balas Kehebohan Foto Hoaksnya dengan Aksi Nyata di Palu

Presiden menambahkan, penanggulangan di Sulteng terus dilakukan pemerintah pusat bersama daerah—meski memang masih belum optimal. Akan tetapi, kondisi sesungguhnya di lapangan, tentu saja, tak semudah yang dibayangkan oleh mereka yang tidak mengalaminya sendiri.

“Jangan mendesak-mendesak, ini mendesak, kondisi lapangan berbeda dengan yang kita bayangkan,” tukas Kepala Negara.

Jokowi juga mengingatkan kepada jajaran pemerintah daerah, provinsi, termasuk kepolisian di Sulteng untuk tetap bekerja secara maksimal terhadap penanganan korban bencana alam yang telah menewaskan total 2.010 jiwa tersebut.

Diketahui, ada banyak juga keluarga jajaran pemda maupun kepolisian dan TNI yang kehilangan keluarganya. Tak ayal hal itu membuat mereka drop secara psikologis. Ini merupakan hal yang manusiawi, mengingat mereka juga butuh waktu untuk berduka.

“Mereka sendiri yang rumahnya roboh tidak 1,2,3. Contoh, kepolisian kenapa di Palu juga dari sisi semangatnya di awal-awal drop juga, karena lebih dari 200 terseret oleh tsunami dan belum ketemu, baru ketemu 30, informasi yang saya terima,” imbuhnya.

Jokowi mengatakan, kondisi tersebut yang harus diketahui publik. Sebab, kondisi yang terjadi di lapangan menurutnya berbeda dengan seperti yang dibayangkan.

“Masih ada kekurangan iya, saya akui iya. Karena keadaannya nggak pada posisi ideal dan normal untuk menyelesaikan masalah itu. Oleh sebab itu kita terjunkan TNI, Polri, [pemerintah] pusat, BNPB, semuanya,” tukas Jokowi.

Progress Patut Dihargai

Presiden melanjutkan mengenai perkembangan terkini terkait penanganan seperti listrik yang sudah beroperasi 70%, dari sebelumnya yang hanya dua gardu yang beroperasi sedangkan ketujuh lainnya roboh. BBM pun sudah masuk dan mulai memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Yang paling penting menurut saya BBM sudah baik, listrik sudah di atas 70%. Gardu listrik yang 7 roboh, sekarang hampir 70% aliran listrik sudah bisa diselesaikan,” papar Jokowi.

Menurutnya, progress ini juga harus dihargai mengingat dengan segala kondisi jiwa yang masih sedih akibat kehilangan, mereka yang bekerja di lapangan juga harus menunaikan serangkaian tugas berat tersebut tanpa peralatan yang mumpuni.

“Saya kira kecepatan seperti itu harus kita apresiasi yang mengerjakan di lapangan, mengoperasikan lagi tiang roboh, membetulkan kabel yang terputus, kerja berat tanpa peralatan memadai karena memang dikerjakan manual,” tandasnya.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.