Dapat Sel Mewah Lapas Sukamiskin Hingga Izin Keluar, KPK Periksa Suami Inneke Koesherawati


SURATKABAR.ID – Mengenai kasus suap fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terpidana kasus suap Bakamla, Fahmi Darmawansyah. Suami artis Inneke Koesherawati tersebut akan diperiksa guna melengkapi berkas penyidikan Wahid Husein yang merupakan mantan Kalapas Sukamiskin.

“Saksi Fahmi Darmawansyah akan diperiksa untuk tersangka WH (Wahid Husein),” sebut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (09/10/2018). Demikian dilansir dari laporan Liputan6.com, Rabu (10/10/2018).

Tak hanya Fahmi, penyidik juga akan memeriksa Wahid Husein dan orang kepercayaannya, Hendry Saputra. Wahid akan diperiksa sebagai tersangka, sementara Hendry akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas Wahid.

Sebelumnya, KPK menyebutkan adanya suap perizinan dan fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein.

Suap Lebih dari Rp 200 Juta

KPK dalam operasi senyapnya menemukan ada sel mewah yang dilengkapi dengan pendingin udara, pemanas air, kulkas hingga toilet duduk. Sel itu diketahui dihuni oleh Fahmi Darmawansyah. Yang bersangkutan merupakan narapidana kasus suap proyek pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Baca juga: Soal Rp 200 Juta Bagi Pelapor Rasuah, Aktivis Antikorupsi: Ini Bukan Republik Sayembara

Bersama dua orang lainnya, Wahid dan Fahmi kini dijadikan tersangka dalam kasus ini. Kedua orang lainnya adalah Andri Rahmat yang merupakan tahanan pendamping Fahmi, serta Hendry Saputra (ajudan Kalapas‎ Sukamiskin), selaku orang kepercayaan Wahid.

Wahid diduga menerima suap berupa uang Rp 279.920.000 dan USD 1.400, serta dua mobil jenis Mitsubishi Pajero dan Mitsubishi Triton Exceed. Kini semua barbuk sudah diamankan pihak KPK. Wahid juga sudah mengakui adanya penerimaan suap yang ia lakukan.

Ada Pemberian Izin Keluar Lapas

Lebih lanjut, menukil laporan Liputan6.com, rupanya kasus ini tak hanya berhubungan dengan fasilitas mewah saja, tapi juga dugaan pemberian izin keluar lapas.

Diungkapkan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, untuk agenda pemeriksaan, Fahmi dan Hendry akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wahid Husein.

“Fahmi dan Hendry diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk WH (Wahid Husein) sementara WH diperiksa sebagai tersangka,” ucap Febri.

Diketahui dalam kasus yang diawali dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini, penyidik menetapkan status tersangka pada empat orang. Mereka yakni Fahmi Dharmawansyah, Wahid Husein, Hendry Saputra, dan Andri Rahmat.

Menurut dugaan sementara, Fahmi Dharmawansyah menyuap Wahid Husein dengan uang ratusan juta dan mobil mewah agar mendapatkan fasilitas mewah hingga izin keluar lapas.

Praktek suap ini melalui perantara, Andri Rahmat (narapidana kasus pidana umum, tahanan pendamping dan orang dekat Fahmi) serta Hendry Saputra (ajudan Wahid Husein)‎.