Sandiaga: Saya Tidak Ingin Tebar Janji, Itu Utang, Tetapi yang Jelas…


SURATKABAR.ID – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan ke Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (7/10) kemarin. Kedatangan Sandiaga langsung dimanfaatkan para guru honorer untuk menyampaikan harapan mengenai tingkat kesejahteraan mereka.

Salah satunya adalah Fitriyah Kumalasari, dilansir dari Kompas.com, Minggu (7/10/2018), menyampaikan uneg-unegnya. Di hadapan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Fitriyah mengungkapkan betapa penuh nestapanya nasib para guru tidak tetap. Kesejahteraan mereka, disebutnya, sangat jauh dari harapan.

“Bapak, tolong nasib kami diperhatikan. Gaji kami ini jauh dari kata layak. Sebulan kami hanya digaji Rp 250.000-Rp 500.000. Sangat tidak layak,” ujar Fitriyah dalam dialog antara Sandiaga dengan ratusan ibu di Hall Rien Collection, Jakan Sultan Agung, Jember, pada Minggu (7/10) kemarin.

Angka tersebut dinilai sangatlah tidak layak. Padahal, tambah Fitriyah, cukup banyak tenaga pengajar dengan status tidak tetap yang sudah mengabdi selama puluhan tahun. Beban para guru honorer semakin ditambah dengan peraturan baru dari pemerintah mengenai batasan usia bagi pelamar CPNS.

“Belum lagi peraturan pemerintah yang membatasi usia pelamar CPNS. Bagaimana nasib guru yang usianya sudah tidak memenuhi syarat, sementara masa pengabdiannya terbilang cukup lama, dengan gaji tidak layak,” tuturnya kemudian.

Baca Juga: Romy Sebut Pendukung Prabowo Kabur ke Jokowi Gara-Gara Ratna, Begini Tanggapan Menohok PAN

Untuk itulah, Fitriyah dengan sangat meminta kepada Sandiaga, apabila kelak terpilih menjadi Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, agar lebih memperhatikan kesejahteraan para guru dan pegawai tidak tetap.

“Kami ingin ada kontrak politik yang ditandatangani oleh Bapak bersama Pak Prabowo, bahwa akan memperhatikan nasib dan kesejahteraan guru dan pegawai tidak tetap,” pinta Fitriyah di hadapan Sandiaga.

Mendengarkan permintaan tersebut, Sandiaga menegaskan bahwa, dirinya bersama tim saat ini tengah merumuskan kontrak bersama guru dan pegawai tidak tetap. Namun demikian, ia menyampaikan tak ingin menebar janji-janji. Menurutnya, berjanji sama saja dengan berhutang.

“Saya tidak ingin menebar janji, sebab janji itu adalah utang dan harus dibayar. Bukan hanya di dunia tetapi di akhirat kelak,” ujar Sandiaga. “Tetapi yang jelas, kami berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan guru karena guru memiliki peranan penting dalam membentuk karakter anak di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Dalam acara tersebut, turut hadir CEO Seven Dream Group Hendy Siswanto, pengusaha muda Jember Try Sandi Apriana, Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Bambang Haryadi, serta badan pemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga Kabupaten Jember.