Konstruksi Jalan Jayapura-Wamena Akan Rampung Akhir Tahun Ini


SURATKABAR.ID – Proses pengerjaan proyek pembangunan jalan trans-Papua ruas Jayapura-Wamena akan rampung pada Desember 2018. Terkait hal itu, dikabarkan kondisi jalannya padat dan juga tahan cuaca.

Panal Banjarnahor, Direktur PT Paesa Pasindo Engineering selaku kontraktor menyebutkan pengerjaan jalan sepanjang 585 kilometer itu dipastikan selesai tepat waktu, karena alat berat sudah dikerahkan untuk mendukung pengerjaannya, demikian melansir CNNIndonesia.com, Rabu (19/09/2018).

Disebutkan Panal, perusahaannya hanya mengerjakan sepanjang 12,5 kilometer yang sebagian besar berupa pengerjaan badan jalan. Beberapa titik infrastruktur trans-Papua ini menggunakan jalan baru, karena sejumlah faktor menyebabkan jalan lama tak lagi dapat dilintasi.

Ada beberapa lokasi yang terpaksa harus dipindahkan guna memudahkan para pengendara saat melintasi ruas jalan tersebut. Lokasi tersulit berada di segmen 1B menuju jembatan Kali Kill atau Kali Edan dengan tingkat kecuramannya yang hingga mencapai sekitar 70 derajat.

Namun, secara keseluruhan tak ada kendala dalam proses pengerjaan, kecuali masalah cuaca dan maraknya masyarakat yang melintas.

Baca juga: Sebut ‘Thanos’ dalam Pidato di Forum Ekonomi Dunia, Siapa yang Dimaksudkan Jokowi?

“Aktivitas masyarakat yang melintas cukup mengganggu pengerjaan jalan, seperti mobilnya tertanam atau lainnya,” imbuh Banjarnahor, Senin (17/09/2018), mengutip Antara.

Marwan Virgana yang merupakan kontraktor lain dari PT.Virgana Putra Perkasa memastikan pengerjakan ruas jalan yang menjadi tanggung jawab perusahaannya selesai pada Desember 2018.

“Kami akan mengerjakan semaksimal mungkin, sehingga jalan tersebut layak dilewati walaupun belum diaspal,” kata Marwan.

Hubungkan 5 Kabupaten dan Kota

Diketahui bahwa jalan trans-Papua rute Jayapura menuju Wamena menghubungkan lima kabupaten dan kota yakni Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Jayawijaya.

Dari Wamena nantinya dapat terhubung ke kawasan pengunungan tengah termasuk Dekai di Kabupaten Yahukimo dan Oksibil di Kabupaten Pegunungan Bintang yang nantinya terhubung dengan Kabupaten Boven Digul.

Sementara itu, mengutip laporan Detik.com, Jalan Trans Papua, Jayapura-Wamena yang panjangnya 575 kilometer (km) itu juga ditutup untuk sementara waktu. Hal ini dikarenakan masih ada pekerjaan di lima titik yakni di km 300-400.

Ruas jalan tersebut akan selesai dikerjakan pada Desember 2018 dan diharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan penggunaannya.

“Sebelumnya jalan ini sudah fungsional, namun masih ada lima titik yang kelandaiannya cukup terjal, sehingga harus kita turunkan agar aman untuk kenderaan,” imbuh Kepala Balai Pembangunan Jalan dan Jembatan PUPR Wilayah XVIII Papua, Osman Harianto Marbun di Jayapura, Sabtu (15/09/2018).

Adapun lima titik tersulit dan paling terjal adalah gunung kali Edan, kali Gilika, kali Koku dan dua jembatan yang sedang dikerjakan. Bahkan untuk mencapai kelandaian standar PU harus dilakukan penurunan gred hingga 17 meter.

“Pada kilometer 370 ini jalannya sangat terjal sehingga harus kita turunkan gred sampai 17 meter, selain untuk kelandaian juga mengatasi tanah longsor karena daerah ini rawan longsor,” imbuh Osman.

Ia juga menambahkan, antusiasme masyarakat untuk menggunakan jalan ini sudah tak terbendung lagi, karena terbukanya jalan ini menyebabkan harga barang-barang di Wamena dan Yalimo drastis turun.