KH Ma’ruf Amin: Saya Bilang Khilafah Bukan Ditolak, Tapi Tertolak


SURATKABAR.ID Calon wakil presiden pendamping Joko Widodo (Jokowi), KH Ma’ruf Amin memberikan apresiasi terhadap pemerintah yang telah membangun tonggak kemajuan Indonesia.

Ia ingin agar landasan yang telah dibangun oleh pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla tersebut bisa membuat Indonesia sejahtera pada tahun 2024 mendatang.

“Saya ingin bantu Pak Jokowi untuk capai Indonesia lebih sejahtera. Saya berharap lima tahun ini menyiapkan landasan supaya 2024 nanti Indonesia sudah bisa tinggal landas,” ucap Ma’ruf Amin di Jakarta Concert Halla, iNews Center, Jakarta, Selasa (18/9/2018), dikutip dari sindonews.com.

Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa ada tiga masalah yang bisa menjadi kendala dalam mensejahterakan Indonesia, salah satunya adalah konflik ideologis di tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga: Prabowo Kritik Perekonomian Nasional, Surya Paloh Beri Jawaban Menohok

Ia menegaskan bahwa dasar negara ini adalah Pancasila. Menurutnya, Pancasila merupakan sebuah titik temu yang telah menjadi kesepakatan bersama bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, saat ada yang membicarakan soal khilafah, maka secara otomatis wacan tersebut tertolak.

“Saya bilang khilafah bukan ditolak, tapi tertolak. Ter, itu artinya otomatis, tidak bisa masuk ke Indonesia karena Indonesia negara kesepakatan. Karena Indonesia negara republik, selain republik tertolak,” katanya.

Menurut Ma’ruf Amin, agar bisa tinggal landas, Indonesia meski aman dan damai. Tanpa keamanan dan kedamaian, kekayaan dan potensi alam yang dimiliki Indonesia tidak bisa dioptimalkan.

Guna bisa menciptakan kemanan dan kedamaian tersebut, menurut Ma’ruf Amin, bangsa ini harus memupuk rasa saling pengertian antar sesama. “Kalau saling pengertian, jangankan benar, salah pun bisa dimaklumi. Kalau tak saling pengertian, benar pun digoreng sana-sini supaya salah,” kata Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

Ia mengingatkan agar kegaduhan tersebut hanya terjadi saat Pilpres saja, bukannya terus menerus ada kegaduhan sepanjang tahun. Sebab hal itu bisa menghambat pembangunan.

“Dalam perpolitikan itu seharuanya gaduh itu diujung saja, di pilpres saja. Bukan dari awal gaduh, ganti presiden ganti presiden,” kata Ma’ruf Amin.