Hebat! Jokowi Kawal Go-Jek Ekspansi ke Vietnam


SURATKABAR.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela kunjungan kenegaraan ke Vietnam dan penyelenggaraan World Economics Forum in ASEAN turut menghantarkan ekspansi Go-Jek ke negara tersebut yang menurut rencana akan tampil dengan merek lokal, Go-Viet.

Presiden Direktur Go-Jek Nadiem Makarim, seperti yang diwartakan dari laman DW.com, Rabu (12/9/2018), mengungkapkan Go-Viet secara khusus dikembangkan di Vietnam dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan para mitra.

“Go-Viet dikembangkan khusus untuk Vietnam. Go-Viet bertujuan bukan saja untuk memudahkan pengguna di Vietnam, tapi juga meningkatkan kesejahteraan para mitra,” tutur Nadiem Makarim dalam sambutannya.

Atas pencapaian tersebut, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung penuh alih teknologi asal Indonesia ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara. “Sudah masuk ke sini artinya teknologi dari anak-anak bangsa diterima masuk untuk negara-negara lain,” ujar Jokowi kepada Nadiem.

Go-Jek menggunakan dana investasi luar negeri sebesar 500 juta dollar Amerika Serikat untuk mendanai ekspansi ke pasar Vietnam. Sebagai langkah awal, Go-Jek memulai di pasar Ho Chi Minh City dan langsung meraih kesuksesan yang cukup besar.

Baca Juga: Jokowi Disebut Berniat Menghapus Jejak SBY di Lombok, TGB Angkat Suara

Nadiem mengklaim, hanya dalam waktu enam pekan sejak kali pertama diluncurkan pada 1 Agustus lalu, Go-Viet sudah mengambil alih 35 persen pasar dalam layanan transportasi kendaraan bermotor roda dua di Ho Chi Minh.

“Kami sangat bangga mencatat perkembangan positif di pasar Ho Chi Minh Coty dan membuka jalan bagi kami untuk memperluas layanan ke Kota Hanoi,” ungkap Nguyen Vu Duc, salah satu pendiri Go-Viet, anak cabang Go-Jek di Vietnam.

Ada pun Go-Viet diluncurkan usai Go-Jek mengumumkan pembentukan dana ekspansi dengan nilai US$ 500 juta untuk melebarkan sayap di pasar Filipina, Singapura, Thailand, serta Vietnam. Langkah ini diambil setelah aset dan operasi Uber di Asia Tenggara dijual ke perusahaan Grab asal Malaysia.

Pada saat yang bersamaan dengan masuknya Go-Jek di Vietnam, perusahaan asal Negeri Jiran tersebut juga mengumumkan kerjasamanya dengan perusahaan teknologi Vietnam, MOCA, yang menurut rencana akan mengelola layanan pembayaran melalui smartphone.

Peluncuran Go-Viet ini sendiri menjadi bagian dari rencana pemerintah Indonesia untuk mempererat kerjasama dagang dengan negara tetangga, Vietnam. Jokowi, dalam pertemuannya dengan Presiden Tran Dai Quang, mengharapkan proses tersebut dipercepat.

“Ekspektasi kami perdagangan bilateral antara kedua negara akan mencapai nilai 10 miliar dollar AS per tahun pada 2020. Saya harap Presiden Tran Dai Quang akan membantu mencabut hambatan perdagangan untuk produk Indonesia,” ungkap Jokowi.

Hingga tahun 2017, nilai perdagangan antara Indonesia dan Vietman baru mencapai angka 6,5 miliar dollar AS. Angka tersebut mengalami peningkatan, di mana pada 2016 tercatat hanya 5,6 miliar. Vietnam sendiri kebanyakan mengekspor beras, minyak mentah, semen, serta produk-produk pertanian. Sementara itu, Vietnam mengimpor pupuk pertanian, produk-produk perminyakan, mesin, dan tekstil.