Terungkap! Suami yang Tembak Istri di Jakarta Ternyata Residivis Narkoba


SURATKABAR.ID – Deni Hidayat, buronan yang menembak dada istrinya sendiri sebanyak tiga kali hingga kini masih diburu polisi. Pada Minggu (09/09/2018), Deni menembak Yunita istrinya di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Fakta terbaru kini terungkap. Menurut keterangan kepolisian, ternyata sebelumnya Deni pernah ditangkap karena kasus narkoba. Kapolsek Tanjung Priok Kompol Supriyanto membenarkan info ini. meski begitu, ia enggan merinci kapan tepatnya penangkapan itu terjadi.

“Dia (pelaku) tuh pernah kita tangkap juga karena narkoba,” ujar Supriyanto saat dihubungi pers, Selasa (11/09/2018), sebagaimana ditukil dari laporan Kumparan.com, Rabu (12/09/2018).

Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Reza Arief Dewanto menyebutkan, sebelum penembakan terjadi, pasangan suami istri tersebut terlibat cekcok rumah tangga. Karena kesal, Deni pun menembak istrinya.

“Ya cekcok antara suami istri masalah keluarga, sehingga berujung pada penembakan,” ujar Kapolres saat dikonfirmasi, Senin (10/09/2018).

Airgun, Bukan Airsoft Gun

Reza menyebutkan, pelaku menggunakan senjata airgun bukan airsoft gun saat menembak korban. Pelaku melepaskan tiga tembakan saat kejadian.

Baca juga: Astaga! Tak Terima Motornya Dijatuhkan, Suami Tega Tembak Dada Istri 3 Kali

“Jadi itu airgun ya, bukan airsoft gun. Ada tiga kali tembakan menggunakan airgun, ke arah lantai, pintu kemudian, terakhir langsung ke korban,” tukas Reza

Saat ini korban masih dalam perawatan di RSUD Koja, Jakarta Utara.

Masih Keluarga Polisi

Sementara itu, laporan SindoNews.com mengungkapkan, pelaku juga merupakan keluarga polisi. Meski begitu, fakta ini tak dibarengi dengan kelakuannya yang baik. Deni pernah tersangkut jual beli narkoba pada tahun 2017. Kasus itu sempat membuat dirinya mendekam di penjara.

Hal itu diungkapkan kakak korban yang bernama Muhammad Samin (45). Penuturannya, pribadi Deni cenderung buruk. Selain kerap berperilaku kasar, Polsek Tanjung Priok pernah menciduknya lantaran penyalahgunaan narkoba.

“Ibarat kata dia sih pengangguran iya, pengedar juga juga, pemakai juga iya. Kalau disebut bandar sih belum kayaknya karena nggak gede,” jelas Samin, Selasa (11/09/2018).

Insiden penembakan Yunita terjadi pada Minggu (09/09/2018) malam, tepatnya di rumahnya Jalan Jati I, RT 02/10, Kebon Bawan, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hal itu menyebabkan dua proyektil bersarang di paha kanan dan dadanya.

Yamin sendiri tak habis pikir dengan kelakuan Deni. Pasalnya, pelaku sendiri berasal dari keluarga polisi. Ayahnya merupakan polisi aktif di Jakarta Utara, sementara kakaknya adalah polwan di Polsek Jakarta Utara.

Terlebih bisnis haramnya itu diketahui keluarga besarnya.

“Ayahnya tau kok dia pengedar narkoba. Sempat ketangkep lagi, cuman nggak ada barang buktinya berarti kan masih pengedar. Setelah 2017 keluar itu,” tandas Samin menuturkan.

Driver Ojek Online

Selain temperamental, setiap harinya, Deni jarang menghabiskan waktu bersama keluarga. Setelah selesai kerja sebagai driver ojek online, Deni menghabiskan waktu menongkrong bersama teman-temannya. Samin menduga, sifatnya memang mudah emosional sejak jadi pemakai narkoba.

Pertengkaran antara Deni dengan Yunita pun menjadi tak terelakkan lagi. Bahkan, menurut Samin, adu mulut antara Deni dan Yunita sering sekali terjadi setelah mereka menikah di tahun 2015 lalu.

“Tapi adek saya karena memang keras, selalu berkelit. Ya namanya sudah cinta banget akhirnya sampe nikah. Memang nggak ada kekerasan. Cuman kekerasan psikis aja, verbal,” sahut Samin.

Status DPO

Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Supriyanto membenarkan Deni pernah ditangkap pihaknya karena kasus narkoba, “Dulu dia itu pernah ketangkep karena kasus narkoba juga. Memang rawan sih daerah itu,” jelas Supriyanto.

Hingga berita ini dimuat, Kapolsek membenarkan pihaknya masih memburu Deni, status Deni meningkat menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO), fotonya telah tersebar di polsek dan Polres di Jakarta.

Ada pun menanggapai kondisi Yunita, Supriyanto menjelaskan kondisinya mulai membaik, meskipun masih terbaring di ruang perawatan RSUD Koja, Jakarta Utara. Yunita tengah menunggu operasi pengambilan dua proyektil peluru yang bersarang di tubuhnya.

“Belum tahu, tadi pagi sih dia masih menunggu. Bahkan sempat selfie,” pungkasnya.