Batalkan Ceramah Karena dapat Ancaman, Ustad Somad: Kita Bukan Sedang Perang Melawan Israel


SURATKABAR.ID Ustad Abdul Somad (UAS) membatalkan sejumlah jadwal ceramahnya di daerah jawa. Hal itu dilakukan menyusul banyaknya tekanan dan intimidasi yang diterimanya serta panitia penyelenggara.

“Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara dan Semarang. Beban panitia yang semakin berat. Kondisi psikologis jamaah dan saya sendiri,” kata UAS lewat media sosial miliknya, Senin (3/9/2018).

“Maka, saya membatalkan beberapa janji di daerah Jawa Timur, Yogyakarta: (jadwal-jadwalnya) September di Malang, Solo, Boyolali, Jombang, Kediri; Oktober di Yogyakarta; Desember janji dengan Ustadz Zulfikar di daerah Jawa Timur,” lanjutnya.

Baca Juga: Ustad Somad Batalkan Ceramah Karena dapat Intimidasi, Begini Respon Kementrian Agama

Ia menyampaikan permintaan kepada masyarakat dan juga pihak-pihak yang merasa dirugikan atas pembatalan tersebut.

Ketika dikonfirmasi, UAS menyatakan penyesalan atas banyaknya penolakan atas ceramahnya di beberapa daerah. “Kita bukan sedang perang melawan Israel. Wong cuman ceramah kok,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (3/9/2018), dikutip dari republika.co.id.

Meski demikian, lulusan S-2 Darul Hadits El-Hassania (Maroko) tersebut memberikan apresiasi terhadap pihak kepolisian yang mencoba untuk memberikan bantuan keamanan kepadanya, termasuk juga beberapa ormas yakni Front Pembela Islam (FPI) dan Pemuda Pancasila (PP).

Menurutnya, pihak kepolisian dan juga FPI dan PP sempat memberikan skenario pengawalan ketika berceramah di Semarang, Jawa Tengah. Ia mengaku dikawal sejak sekitar 1 km dari bandar udara Ahmad Yani.

Akan tetapi, penceramah kelahiran Asahan, Sumatra Utara menganggap skenario semacam itu sangat berlebihan. “Energi bapak-bapak dari kepolisian lebih baik untuk menangkap kriminil. Kawan-kawan FPI dan PP fokus ke hal-hal lain,” ujar lulusan S-1 Universitas al-Azhar (Mesir) itu.