Tanggapan Jenderal Kardus, Mulai Kemarahan Pendukung Prabowo Hingga Cuitan Menggelitik Markobar

SURATKABAR.IDSebutan jenderal kardus yang diterima Prabowo Subianto menuai banyak komentar dan tanggapan, dari kemarahan hingga bercanda. Tanggapan kemarahan banyak datang dari pendukung Prabowo.

Kemarahan itu dituangkan dalam sindiran, bahwa Partai Demokrat yang baru beberapa hari mendekati Gerindra tiba-tiba merasa sok paling penting dan minta didahulukan.

Penumpang terakhir tapi maunya diduluin, Gerindra, PKS, PAN sdh lama susah senang bersama,” tulis pemilik akun @jakasurya75, dikutip BeritaSatu, Kamis (9/8/2018).

Ada juga yang menganalisis bahwa tulisan Andi Arief itu dipicu oleh batalnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginginkan AHY ikut berkompetisi di Pilpres 2019.

Baca juga: Ramai Jenderal Kardus, Gibran Rakabuming Beri Tanggapan Mengejutkan

Namun, dalam beberapa kesempatan, SBY mengatakan bahwa soal cawapres merupakan hak Prabowo untuk memutuskan.

Makanya yg JANTAN!! Mau Cawapres ya ngomong langsung. Gak usah sok nyerahin ke Jendral Kardus tp begitu gak dipilih kyk emak2 kehilangan tutup tupperware,” tulis akun @yudisanjaya.

Uniknya, gaung “jenderal kardus” itu sampai juga ke @chilli_Pari, akun perusahaan martabak yang dikelola oleh Gibran Rakabuming.

Oya, karena ini para politikus lagi pada ngomongin “kardus”. Rencananya @markobar1996 akan mengeluarkan design kardus baru yg ada board game nya dan bisa dimainkan 4 orang,” bunyi cuitan di akun tersebut.

Namun, cuitan itu disusul unggahan lain yang menampilkan video aktual tentang kardus martabak.

Kardus baru tersebut memang benar-benar bisa dipakai sebagai papan permainan dan dijanjikan “bisa membuat suasana makin bahagia, suka cita & tidak bikin ngambek.”

“Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus,” tulis Andi di akun Twitter @AndiArief_.

Hingga pukul 05.00 WIB, cuitan itu mendapat 900 komentar dan dibagikan oleh lebih dari 1.300 akun.

Andi menuduh Prabowo mengingkari kesepakatan dengan Demokrat. Hal itu ia sampaikan setelah Sandiaga Uno menggelontorkan dana kepada PKS dan PAN.