KPU Larang Aksi #2019GantiPresiden, 2 Hal Ini Penyebabnya


SURATKABAR.ID – Aksi #2019GantiPresiden mendapat penolakan dari sejumlah pihak. Jika sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau umat Islam tak lakukan aksi ini, kini giliran Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bahkan, KPU dengan tegas melarang kegiatan ini karena dianggap tak patut. KPU juga punya dua alasan untuk menentang aksi #2019GantiPresiden.

“Iya, saya tahu dari media sosial akan ada deklarasi #2019GantiPresiden di Bandung,” ujar Ketua KPU Jabar yayat Hidayat di Bandung, Senin (6/8/2018), dikutip dari jawapos.com.

Menurut Yayat, pihaknya melarang adanya aksi #2019GantiPresiden karena termasuk sebagai kampanye. Padahal, saat ini belum masuk masa kampanye.

“Meskipun tidak mengusung sosok atau nama tertentu, kegiatan tersebut secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk tidak memilih calon tertentu,” lanjutnya.

Baca juga: Pidato Jokowi Viral, JK: Kalau Anda Diserang, Anda Mestinya Mempertahankan Diri Kan?

Oleh sebab itu, ia mengimbau agar pihak-pihak yang berencana menggelar aksi #2019GantiPresiden di Jabar, khususnya Kota Bandung, segera membatalkannya. Ia menyarankan agar aksi dilakukan saat masa kampanye telah tiba.

“Tunggu masa kampanye lah, kalau sekarang kan masih jauh, baru sekitar 25 September (2018) nanti,” tegasnya.

Menurut Yayat, ia mendapatkan info bahwa deklarasi tersebut akan digelar di kawasan Rumah Dinas Gubernur Jabar atau Gedung Negara Pakuan di Jalan Otto Iskandardinata, Bandung. Padahal, tempat tersebut merupakan fasilitas milik pemerintah.

“Jadi ada dua alasan kegiatan itu harus dibatalkan. Pertama, belum waktunya dan kedua, tempatnya di gedung milik pemerintah,” kata Yayat.

Yayat juga kembali menegaskan, dengan adanya dua alasan tersebut, aksi #2019GantiPresiden seharusnya tak dilakukan, khususnya di Jabar. “Saya tegaskan lagi, ini bukan imbauan, tapi larangan atas dasar kepatutan,” tukasnya.

Sementara itu, Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan (Sulsel) berencana menggelar deklarasi #2019GantiPresiden pada Minggu (12/8/2018) mendatang di Monumen Nasional Mandala, Jalan Jendral Sudirman, Makassar.

Bahkan, kegiatan tersebut dikabarkan akan dihadiri sejumlah deklarator nasional seperti Neno Warisman dan John Sang Alang.