Amien Rais Tantang Pemerintah, Jokowi Jawab dengan Lakukan Tindakan Ini

SURATKABAR.IDPemerintahan Joko Widodo (Jokowi) berhasil menguasai Blok Rokan yang merupakan kado pemerintah untuk rakyat Indonesia menjelang hari kemerdekaan ke-73.

Sehari sebelum keputusan jatuhnya Blok Rokan ke tangan Pertamina, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menantang Presiden Jokowi. Ia mempertanyakan keberanian pemerintah dalam mengambil alih Blok Rokan.

“Kalau betul Blok Rokan bisa kembali ke Ibu Pertiwi, ke Pertamina, ini sebuah trobosan luar biasa. Cuma berani enggak Jonan, berani enggak Pak Jokowi? Kalau berani ya luar biasa,” tutur Amien Rais di kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Liputan6, Senin (30/7/2018).

Selama ini Blok Rokan dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia asal Amerika Serikat. Masa kontrak blok tersebut akan habis pada 2021.

Oleh karena itu, Amien Rais menantang Jokowi agar bisa merebut kembali Blok Rokan setelah habis masa kontrak.

Baca juga: Amien Rais Minta Freeport Ditutup, Luhut: Jangan Asal Ngomong Aja

Tak berselang lama, tantangan Amien langsung dijawab Jokowi. Pemerintah telah memutuskan Rokan untuk dikelola Pertamina setelah 2021. Sebab, proposal yang diajukan Pertamina jauh lebih baik dibanding dengan Chevron.

Sebelum keputusan tersebut diambil,‎ Menteri ESDM Ignasius Jonan membentuk Tim 22 Wilayah Kerja, untuk mengevaluasi blok migas yang telah habis masa kontrak, termasuk evaluasi proposal Pertamina dan Chevron untuk mengelola Rokan setelah 2021.

Chevron selaku kontraktor eksisting dan Pertamina diberi kesempatan pertama untuk mengajukan proposal pengelolaan Blok Rokan pascaterminasi. Jika proposal keduanya dinilai tidak layak, maka akan dilelang secara terbuka.

Setelah Pertamina ditunjuk menjadi pengelola Blok Rokan pada 2021 sampai 2041, pemerintah memberikan kewenangan ke Pertamina untuk mencari mitra mengelola blok migas yang menjadi tulang punggung produksi minyak nasional tersebut.

Negara akan mendapat banyak manfaat, atas keputusan pemerintah‎ menyerahkan pengelolaan Blok Minyak dan Gas (Migas) Rokan. Salah satu potensinya penerimaan negara sebesar Rp 825 triliun dari produksi blok Rokan.