Gatot Tertangkap Kamera Sowan ke Trump Tower, Lakukan Gerak Senyap?


SURATKABAR.ID – Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo kepergok sedang bertandang ke Trump International Hotel and Tower, New York, Amerika Serikat. Rekaman kamera CCTV tersebut pun langsung viral usai beredar luas di media sosial.

Aksi Gatot mengunjungi negara yang dipimpin Presiden Donald Trump tersebut, seperti dilansir dari laman CNNIndonesia.com, pada Jumat (6/7/2018), dinilai sebagai upaya politik senyap menjelang pendaftaran calon presiden (capres) RI untuk berhadapan dalam pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Dalam foto, Gatot terlihat seorang diri berdiri di depan lobi Trump International. Berbalut kemeja putih dipadukan setelan jas hitam, tangan kanan Gatot terlihat menggenggam koper, sementara tangan kirinya masuk di saku celana.

Ketua Umum relawan Selendang Putih Nusantara Rama Yumantha menyebut kunjungan Gatot ke Negara Adidaya Amerika Serikat sebagai gerak ‘senyap’ dalam rangka membawa misi politik tingkat tinggi. Meski begitu, Rama mengaku tak mengetahui kegiatan Gatot di Trump Tower.

“Masalah Pak Gatot ngapa-ngapain cuma Pak Gatot sama Allah SWT yang tahu. Kami sebagai relawan berharap pulang-pulang, Pak Gatot bawa sesuatu untuk pencalonan (pilpres) ini,” jelas Rama, pada Jumat (6/7), dikutip dari CNNIndonesia.com.

Baca Juga: Gatot Cium Tangan SBY, Demokrat: Tunggu Saja Tanggal Mainnya

Rama mengaku telah mengkonfirmasikan kunjungan Gatot ke Amerika Serikat kepada sejumlah pihak. Dan menurut informasi yang didapatkannya, Gatot hanya berlibur bersama keluarga di Negeri Paman Sam tersebut. “Kalau untuk politik kelas atas, Pak Gatot, lah. Relawan enggak ikut-ikutan,” tambahnya.

Menurut sumber, Gatot bertolak dari Indonesia beberapa hari yang lalu. Namun seperti yang ditegaskan sebelumnya, Rama menolak buka suara lebih lanjut. Ia hanya mengeluarkan jawaban singkat, “Senyap,” tanpa keterangan lain.

Sebelumnya, ketika menjabat sebagai Panglima TNI, Gatot pernah ditolak menginjakkan kaki di Amerika Serikat. Insiden tersebut terjadi pada 20 Oktober 2017 lalu. Saat itu Gatot akan memenuhi undangan untuk menghadiri Chiefs of Defence conderence on country violent Extremist organizations (VEOs).

Namun kini, Gatot tak lagi dihalangi untuk memasuki wilayah Amerika Serikat. Diketahui, selain ke Trump Tower, Gatot juga berkesempatan mengunjungi beberapa lokasi andalan Amerika, seperti Air Terjun Niagara, New York. Hal tersebut dilihat dari foto yang diunggah melalui akun Instagram miliknya.

Saya bersyukur bisa melihat dahsyatnya ciptaan Tuhan (air terjun terbesar di dunia) Niagara Falls, NY, USA pada tanggal 2 Juli 2018 yang lalu,” tulis Gatot menyertakan foto dirinya bersama sang istri, pada Jumat (6/7) lalu.

Tidak hanya itu, Gatot juga membagikan foto saat mengunjungi pembangunan Pondok Pesantren Nur Inka Nusantara Madani yang disebutnya sebagai pesantren pertama yang berdiri di Tanah Amerika Serikat.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Paramadhina, Hendri Satrio mengungkapkan bahwa kunjungan Gatot sebagai bukti nyata bahwa pintu masuk ke Amerika Serikat bagi mantan Panglima TNI tersebut sudah terbuka lebar.

Pasalnya, kunjungan tersebut dilakukan tak lama sebelum pendaftaran capres dan cawapres yang akan berlangsung pada Agustus mendatang. “Dia berarti mau kasih tahu ke publik kalau AS sudah welcome ke dia. Bisa jadi dia lagi galang dukungan dari AS juga,” tutur Hendri.

Namun dipandang dari sudut komunikasi politik, Hendri menganggap justru dari foto-foto yang diunggah Gatot semakin menimbulkan tanda tanya besar. Dicurigai, insiden penolakan Gatot ke AS tahun lalu dikarenakan adanya persoalan yang cukup serius. “Dengan upload foto-foto itu malah tambah pertanyaan, ada apa sebetulnya ke AS, ini harusnya segera dijawab Gatot,” tandas Hendri.